Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

4 Monumen Paling Kontroversial di Dunia, Ada Pahatan Mount Rushmore

Dari zaman dahulu, keberadaan monumen atau patung biasa dikaitkan dengan penghormatan terhadap orang penting atau roh leluhur.

Editor: Aldi Ponge
thesun.co.uk
Mount Rushmore 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Monumen atau patung adalah satu struktur yang tak lepas dari kehidupan manusia.

Dari zaman dahulu, keberadaan monumen atau patung biasa dikaitkan dengan penghormatan terhadap orang penting atau roh leluhur.

Namun, pembangunan beberapa monumen di dunia ini malah berbuntut kontroversi. 

Baca: 7 Fakta tentang Suku Sentinel di Dunia yang Tewaskan Turis Amerika

Kali ini, TribunTravel.com merangku monumen kontroversial di dunia dari laman This is Insider.

1. Mount Rushmore dirancang oleh seorang pematung yang diduga memiliki hubungan dengan Ku Klux Klan, dan dibangun di atas tanah sitaan.

Mount Rushmore
Mount Rushmore (history.com)

Menurut kasus Mahkamah Agung Amerika Serikat vs Sioux Nation of Indians tahun 1980, Mount Rushmore terletak di tanah wilayah suku Sioux.

Sementara pengadilan memutuskan bahwa suku itu harus diberi tawaran untuk menjual tanahnya dengan harga tahun 1877, ditambah 100 tahun bunga, tawaran itu ditolak.

Ketika sejarah monumen yang selesai dibangun pada 1941 tersebut ditengok kembali, rasanya agak mengejutkan jika Mount Rushmore menjadi ikon Amerika.

Baca:  6 Spot Wisata Paling Indah di Benua Afrika, Ada Danau Berwarna Pink

Selain lokasi dan sejarahnya, Mount Rushmore adalah monumen kontroversial karena dirancang oleh Gutzon Borglum.

Gutzon Borglum adalah seorang tokoh yang dikenal dengan polarisasinya sendiri karena ia diduga telah mengembangkan koneksi simpatik dengan Ku Klux Klan saat bekerja di Stone Mountain yang menggambarkan para pemimpin Konfederasi.

Dia tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya di Stone Mountain, melainkan berfokus pada Mount Rushmore, yang rencana awalnya disusun oleh sejarawan negara bagian South Dakota untuk menggambarkan Lewis dan Clark, Red Cloud, dan Jenderal George Custer.

Gutzon Borglum membatalkan gagasan itu, dan menggantinya dengan George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln - empat pria kulit putih, yang dua di antaranya memiliki budak.

2. Kuil Yasukuni Shinto di Tokyo memperingati penjahat perang bersama dengan tentara Jepang.

Kuil Yakusuni, yang terletak di Tokyo, Jepang, dibangun pada 1869.

Menurut situs webnya, Kuil Yakusuni didirikan untuk memperingati dan menghormati pencapaian mereka yang mendedikasikan hidup mereka yang berharga untuk negara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved