Guntur Nilai Perda Agama Bersifat Politis
Jubir PSI Mohamad Guntur Romli mengatakan, pendapat Ketua PSI Grace Natalie tentang Perda agama berdasarkan sejumlah data.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jubir PSI Mohamad Guntur Romli mengatakan, pendapat Ketua PSI Grace Natalie tentang Perda agama berdasarkan sejumlah data.
Data menyebut, 6 dari 10 warga Indonesia tidak mau dipimpin presiden beda agama.
Data lainnya dari Komnas HAM wanita menyatakan ada 421 Perda yang diskriminatif yang kesemuanya merupakan Perda Agama.
"Ini keadaan yang berbahaya, diskriminasi bisa memicu perpecahan bangsa, bisa saja ada daerah yang memisahkan diri, ini
sangat ilmiah, grace hanya mencoba mengingatkan kita semua," kata dia.
Guntur menilai, Perda agama kental nuansa politiknya.
Baca: PSI Yakin Grace Natalie Bebas dari Jerat Hukum
Banyak kasus di mana perda agama diadakan untuk menutupi kegagalan pemimpin daerah.
"Perda agama dipakai sebagai jualan politik saja, " kata dia.
Ia membeber, Perda agama juga tidak dijalankan dengan prinsip keadilan.
Sebut dia, di sejumlah tempat tajam pada orang kecil namun tumpul pada orang besar.
"Kalau pejudi ditangkap, tapi koruptor tak dipotong tangannya, tapi dikirim di Jakarta, " kata dia.
Perda agama juga menguatkan tirani mayoritas.
Ia mencontohkan, siswa non muslim di sejumlah daerah dipaksa berjilbab.
"Ini berbahaya untuk keutuhan bangsa," kata dia.
Selain masalah eksternal, Perda agama juga diskriminatif terhadap internal agama.
Ia menyebut Perda mengenai orang nikah harus bisa mengaji atau lulus harus bisa mengaji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mohamad-guntur-romli-nilai-perda-agama-bersifat-politis.jpg)