Terima Kasih Timnas Indonesia, Bima Sakti Harus Belajar Banyak pada Keyakinan Keisuke Honda
Namun, jika kita mau jujur mengakui, Bima Sakti dan Timnas Indonesia saat ini adalah korban salah urus PSSI.
Mantan gelandang AC Milan itu menambahkan, "Saya sudah beri tahu para pemain usai pertandingan itu (melawan Laos) bahwa ini adalah proses, jadi mari kita lanjutkan ke langkah berikutnya."
"Sekarang ada pertandingan penting kontra Vietnam, mereka memiliki skill dan kemampuan, jadi kami wajib mempersiapkan diri sebaik-baiknya."
Pria yang ikut mengantarkan Jepang menjuarai Piala Asia 2011 itu melihat ada masa depan yang cerah bagi sepak bola Kamboja, tapi ada proses yang butuh waktu.
"Kami perlu waktu, ini baru awal."
"Saya telah melihat bakat muda di sini, tapi tak ada budaya sepak bola seperti di Eropa."
"Jadi, sekarang saya coba meningkatkan standar mereka dan mengubah pola pikirnya," tegas Keisuke Honda.
Menurut Keisuke Honda, kekurangan di persepakbolaan Kamboja itu adalah hal-hal mendasar.
Anak-anak Kamboja itu dibesarkan di lingkungan berbeda, bermain dengan taktik dan standar berbeda.
"Saya ingin meniupkan semangat kepada para pemain Kamboja."
"Ketika menandatangani kontrak pelatih, saya berjanji untuk terlibat maksimal, memberikan segalanya, dan menggunakan pengalaman saya untuk membantu sepak bola Kamboja tumbuh di masa depan," ungkap Keisuke Honda.
Meski kalah dari Malaysia dan Myanmar pada awal turnamen Piala AFF 2018 ini, suasana di kamp Kamboja tetap gembira, Keisuke Honda pun ikut senang dan berterima kasih untuk itu.
Di Indonesia, Bima Sakti belum kehilangan momentum untuk memancarkan keyakinan kepada para pemain Timnas Indonesia.
Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 ini adalah buah mentah yang harus dipungut.
Terima kasih, Timnas Indonesia.
Saatnya PSSI berubah total!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/keisuke-honda-pelatih-kamboja.jpg)