Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

6 Serangga Berbahaya di Dunia, Ada yang Dapat Menyebabkan Kematian

Serangga merupakan satu jenis binatang yang memiliki jumlah terbesar dan penyebaran tercepat di dunia.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
boredpanda.com
serangga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Serangga merupakan satu jenis binatang yang memiliki jumlah terbesar dan penyebaran tercepat di dunia.

Beberapa serangga dapat menyebabkan alergi, gatal-gatal, atau malah mematikan.

Untungnya, serangga mengerikan ini sebagian besar tidak hidup di Indonesia.

Kali ini, dilansir tribunmanado dari TribunTravel.com, berikut enam jenis serangga paling berbahaya di dunia dari laman List25.com.

Baca: Pria Ini Turunkan Berat Badannya dari 177 kg jadi 72 kg, Apa Rahasianya?

1. Laba-laba pengembara Brazil (Brazilian Wandering Spider)

Laba-laba pengembara Brazil
Laba-laba pengembara Brazil (shawglobalnews.wordpress.com)

Brazilian Wandering Spider, juga dikenal dengan Laba-laba Pisang , adalah satu di antara laba-laba paling berbisa di Bumi.

Guinness Book of World Record menamainya sebagai laba laba paling mematikan di dunia selama beberapa tahun, dan gigitan mereka mematikan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Semua spesies laba-laba ini hidup di Brasil, meskipun mereka juga dapat ditemukan di berbagai tempat di kawasan Amerika Latin.

2. Dobsonfly

Lalat Dobsonfly
Lalat Dobsonfly (bugguide.net)

Biasanya memiliki ukuran tubuh lebih besar dari 25 mm, dobsonfly adalah jenis lalat yang aneh.

Sementara lalat terlihat mengerikan, lalat dobsonfly jantan tidak bisa menggigit sama sekali dan oleh karena itu tidak berbahaya bagi manusia.

Sementara lalat dobsonfly betina dapat menimbulkan gigitan yang agak menyakitkan ketika merasa terganggu.

Lalat ini kebanyakan memilih berudu, ikan kecil, dan makhluk air kecil lainnya sebagai makanan.

Baca: Seorang Mahasiswi Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Makan Mie Instan Selama 3 Minggu

3. Serangga Air Raksasa (Giant Water Bugs)

Serangga air raksasa dengan telur di atas punggungnya
Serangga air raksasa dengan telur di atas punggungnya (mdc.mo.gov)

Giant Water Bugs memiliki panjang tubuh sekitar 12 cm dan dianggap predator ganas.

Sebab, beberapa jenisnya diketahui pernah memakan bayi penyu dan ular air.

Gigitan serangga air raksasa juga dianggap sebagai satu gigitan paling menyakitkan yang dapat ditimbulkan oleh serangga.

Baca: PSI Minta Masukan dan ‎Ide Bangun Bangsa ke Pimpinan Gereja, Grace Natalie Bakal Audiensi

4. Camel Spider (Laba-laba Unta)

Laba-laba unta alias Camel Spider
Laba-laba unta alias Camel Spider (Reddit)

Besar, cokelat, berbulu, dan cukup mengerikan, laba-laba unta terlihat seperti makhluk yang keluar dari neraka.

Laba-laba unta bukanlah jenis laba-laba, tetapi sebenarnya, seekor kalajengking.

Meski demikian, makhluk-makhluk ini dapat mencapai panjang tubuh hingga 15 cm dan memiliki rahang kuat yang ukurannya bisa mencapai 1/3 dari panjang tubuh mereka.

5. Laba-laba Black Widow

Laba-laba Black Widow
Laba-laba Black Widow (phys.org)

Laba-laba ini adalah satu jenis yang mungkin kita kenal.

Laba-laba ini dapat ditemukan di seluruh Amerika Utara dan memiliki gigitan jahat.

Racunnya dapat menyebabkan mual, nyeri otot, dan kelumpuhan diafragma;

Namun, gigitan jarang berakibat fatal kecuali pada anak kecil atau lansia.

6. Lalat Tsetse

Lalat tsetse
Lalat tsetse (fieldandstream.com)

Seekor lalat tsetse adalah pembawa penyakit mematikan, yakni penyakit tidur.

Lalat tsetse adalah lalat kecil yang keberadaaanya harus dikhawatirkan.

Penyakit tidur adalah penyakit yang dapat menyebabkan beberapa gejala seperti kehilangan tidur, perubahan kepribadian, masalah dengan koordinasi tubuh, dan jika tidak ditangani, kematian.

Jika kamu melihat serangga ini di tempat tidur, pastikan untuk membunuhnya sebelum ia membunuhmu.

Catatan: penyakit tidur dapat diobati dengan obat-obatan medis saat ini jika gejalanya dikenali lebih awal.

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL:http://travel.tribunnews.com/2018/11/22/6-serangga-paling-berbahaya-di-dunia-ada-yang-dapat-menyebabkan-kematian?page=all

 

 
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved