Mantan Ketua MUI KH Ali Yafie Dilarikan Ke Rumah Sakit Premier Bintaro
Tokoh ulama terkemuka KH Ali Yafiedilarikan ke Unit Gawat Darurat / UGD Rumah Sakit Premier Bintaro Jakarta Selatan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tokoh ulama terkemuka KH Ali Yafiedilarikan ke Unit Gawat Darurat / UGD Rumah Sakit Premier Bintaro Jakarta Selatan.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera / PKS Anis Mattamengajak mendoakan agar KH Ali Yafie segera mendapat kesembuhan.
"Pagi ini saya ingin mengajak kita semua mendoakan Guru kita KH Ali Yafie.. Beliau di rawat di UGD rumah sakit premier Bintaro.. Semoga ALLAH angkat penyakitnya dan berkahi sisa usianya.." Anis Matta mengirim pesan, seperti TribunStyle.com kutip dari Twitter dia, Sabtu 17 November 2018 .
Tidak dijelaskan apa sakit yang diderita mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.
Namun berdasar penelusuran di media sosial, terbetik kabar menyebutkan KH Ali Yafie sedang berjuang melawan penyakit infeksi paru-paru .
Tokoh NU Terkemuka
Mengutip Wikipedia, KH. Ali Yafie (lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 1 September 1926; umur 92 tahun) adalah ulama fiqh dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia.
Ia adalah tokoh Nahdlatul Ulama, dan pernah menjabat sebagai pejabat sementara Rais Aam (1991-1992).
Saat ini, ia masih aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Dakwah Al Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan yang didirikannya tahun 1947, serta sebagai anggota dewan penasehat untuk Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) .
Ali Yafie memperoleh pendidikan pertamanya pada sekolah dasar umum, yang dilanjutkan dengan pendidikan di Madrasah As'adiyah yang terkenal di Sengkang, Sulawesi Selatan.
Spesialisasinya adalah pada ilmu fiqhdan dikenal luas sebagai seorang ahli dalam bidang ini.
Ia mengabdikan diri sebagai hakim di Pengadilan Agama Ujung Pandang sejak 1959 sampai 1962, kemudian inspektorat Pengadilan Agama Indonesia Timur (1962-1965).
Sejak 1965 hingga 1971, ia menjadi dekan di fakultas Ushuluddin IAIN Ujung Pandang, dan aktif di NU tingkat provinsi.[butuh rujukan] Ia mulai aktif di tingkat nasional pada 1971.
Pada muktamar NU 1971 di Surabaya ia terpilih menjadi Rais Syuriyah, dan setelah pemilu diangkat menjadi anggota DPR. Kemudian ia tetap menjadi anggota DPR sampai 1987, ketika Djaelani Naro, tidak lagi memasukkannya dalam daftar calon.
Sejak itu, Ali Yafie mengajar di berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam di Jakarta, dan semakin aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mantan-ketua-mui-kh-ali-yafie.jpg)