Berusia lebih dari 140 Tahun, Ini 6 Fakta Menarik Terusan Suez
Pada masa lalu, kapal dagang dari Laut Tengah membutuhkan waktu lebih lama saat hendak berlayar ke Samudera Hindia.
Perusahaan Lesseps jatuh pada tahun 1889. Sementara dia dan Eiffel dituntut karena persekongkolan dan penipuan.
6. Kombinasi pekerja paksa dengan mesin
Membangun terusan ini membutuhkan tenaga kerja yang besar. Pemerintah menyediakan tenaga kerja dengan memaksa orang miskin untuk bekerja dengan upah minimal dengan ancaman kekerasan.
Dimulai pada akhir 1861, puluhan ribu petani menggali bagian awal kanal dengan tangan dan peralatan seadanya. Perkembangan sangat lambat dan memakan banyak korban.
Dihadapkan dengan kekurangan pekerja yang kritis, Lesseps dan Perusahaan Saluran Terusan Suez mengubah strategi mereka dengan mulai menggunakan beberap kapal keruk bertenaga uap dan bertenaga batubara untuk menggali kanal.
Teknologi baru memberi dorongan yang dibutuhkan proyek itu, dan perusahaan itu terus membuat kemajuan pesat selama dua tahun terakhir konstruksi.
17 November 1869, Terusan Suez Resmi Dibuka...
Pembangunan kanal atau terusan penting untuk memperlancar laju transportasi, menunjang perdagangan, dan bahkan bisnis. Terusan ini mampu mempercepat waktu tempuh sehingga mampu meningkatkan perekonomian.
Hari ini 149 tahun yang lalu, tepatnya 17 November 1869, terusan yang terletak di kota Port Said atau Terusan Suez, akhirnya resmi dibuka dan beroperasi. Peresmiannya dihadiri oleh Ratu Perancis, Eugenie, istri Napoleon III.
Pembukaan Terusan Suz menghubungkan laut Merah dan Laut Tengah sehingga bisa mempersingkat waktu pelayaran yang sebelumnya harus mengelilingi Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
Tahap awalSebenarnya, sejak zaman kuno kanal buatan untuk menghubungkan Asia dan Afrika yang melalui wilayah Suez sudah berulang kali dibuat.
Saat Mesir di bawah pemerintahan Dinasti Ptolomeus (305 SM-30 SM), sebuah kanal dibuat untuk menghubungkan Danau Bitter ke Laut Tengah. Dibuat juga kanal yang menghubungkan Danau Timsah ke utara hingga mencapai Sungai Nile.
Namun, kanal itu tak dipelihara dengan baik dan dihancurkan dengan alasan pertimbangan militer.
Ada sebuah rencana pada abad 15 ketik bangsa Eropa membayangkan sebuah jalur pelayaran yang memungkinkan kapal-kapal dagang berlayar dari Laut Tengah ke Samudera Hindia lewat Laut Merah.
Kendala yang terjadi ketika itu semua kapal dagang dari Laut Tengah harus mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan yang memakan waktu panjang.
Akhirnya, penguasa Perancis di bawah komando Napoleon Bonaparte membuat rencana untuk membangun kembali kanal tersebut. Arsitek Ferdinand de Lesseps diberikan wewenang untuk mempersiakan konstruksi pembangunan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ini-6-fakta-menarik-terusan-suez.jpg)