Mengejutkan, Situasi yang Dihadapi Kru Lion Air JT610 Tak Ada di Buku Panduan

Kecelakaan tersebut adalah kecelakaan pertama yang melibatkan 737 MAX, versi terbaru pesawat jet berbadan sempit Boeing yang mulai terbang tahun lalu

Mengejutkan, Situasi yang Dihadapi Kru Lion Air JT610 Tak Ada di Buku Panduan
Tribunnews/Jeprima
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama 4 orang tim investigasi National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat dan pihak perusahaan Boeing 737 Max8 saat mendatangi dermaga JICT2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Kedatanga mereka untuk mengambil sampel serpihan pesawat Lion Air JT 610 untuk dilakukan investigasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Para penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pada Senin (12/11/2018), perlu lebih banyak pelatihan untuk pilot yang menerbangkan Boeing 737 MAX.

Saran itu dikemukakan setelah penyelidikan menemukan bahwa para kru Lion Air JT610 yang nahas diyakini menghadapi situasi yang tidak ditemukan pada buku panduan pesawat jenis tersebut.

Para pilot AS juga tidak mengetahui potensi risiko, kata dua pilot AS mengatakan kepada Reuters, seperti yang dikutip dari Voice of America, Rabu (13/11/2018).

Pernyataan tersebut memberikan titik terang pada beberapa hal yang menjadi penyelidikan di tengah persiapan KNKT merilis laporan awal kecelakaan Lion Air, yang direncanakan pada 28 atau 29 November, satu bulan setelah kejadian.

Lion Air JT610, yang menggunakan Boeing 737 MAX, jatuh di perairan Karawang. Seluruh 189 penumpang dan awak pesawat tewas.

Baca: Operasi Pencarian Korban Lion Air JT 610 Dihentikan, Bagaimana dengan Kotak Hitam Berisi CVR?

Kecelakaan tersebut adalah kecelakaan pertama yang melibatkan 737 MAX, versi terbaru dari pesawat jet berbadan sempit Boeing yang mulai terbang tahun lalu.

Hingga saat ini, perhatian masyarakat terpusat pada kemungkinan masalah perawatan, temasuk kesalahan sensor memberi informasi ‘angle of attack’, data vital untuk membantu pesawat agar terbang pada sudut yang benar dalam melawan arus udara dan menghindari kehilangan daya angkat atau stall.

Sekarang fokus penyelidikan kasus tersebut sudah meluas ke arah kejelasan prosedur, yang disetujui AS, untuk membantu pilot yang menerbangkan 737 MAX agar tidak panik saat menghadapi situasi kehilangan data dan metode untuk melatih mereka.

Dennis Tajer, seorang pilot Boeing 737 dan juru bicara dari Asosiasi Gabungan Pilot (Allied Pilots Association atau APA), mengatakan setelah kecelakaan Lion Air, APA diberitahu mengenai sistem baru yang dipasang Boeing pada 737 MAX yang dapat memerintahkan pesawat untuk turun dalam dalam situasi tertentu untuk mencegah hilangnya daya angkat.

“Ini adalah informasi yang tidak diberitahukan kepada kami dalam pelatihan atau buku panduan atau materi lainnya,” kata Tajer seperti dikutip Reuters.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved