Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Kopra Anjlok, Wagub Sulut Bakal ke Roterdam Cek Permasalahan Kopra

Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw angkat bicara mengenai anjloknya harga kopra.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw usai merespons masalah harga kopra 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw angkat bicara mengenai anjloknya harga kopra.

Wagub sampai-sampai dengan tegas bertanya kepada kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulut, mengenai berapa banyak masyarakat petani kopra di Sulut.

"Berapa jumlah petani kopra," tanya wagub Kandouw kepada Kadis Perkebunan Refly Ngantung, saat membuka rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulut di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (14/11/2018).

Saat ini wagub Sulut tidak menampik harganya tengah mengalami keterpurukan.

Dia juga meminta Dinas Perindag Provinsi Sulut untuk mencari tahu dan mengecek harga jual kopra yang dijual ekspor ke luar negeri.

"Cek juga harga jualnya langsung dari perusahan ke luar negeri, berapa marginnya. Cek dimana pembeliannya," tegasnya wagub.

Baca: Harga Kopra Anjlok, Kepala DPKP Bolsel Imbau Petani Jangan Tebang Pohon Kelapa

Baca: Robert Winerungan: Pemerintah Harus Intervensi Harga Kopra

 

Tak berhenti di situ, Pemprov Sulut akan melakukan pengecekan secara langsung ekspor kopra dari Sulut ke Roterdam Belanda terkait turunnya harga kopra.

"Kebetulan saya ditugaskan pak Gubernur hari Kamis (25/11/2018) ke Belanda, saat di sana saya sekaligus akan mengecek," janjinya.

Menurut Kadis Perkebunan Provinsi Sulut Refly Ngantung ada sekitar 130 ribu warga di Sulut yang bergeliat di sektor kopra dengan luasan total 280 ribu hektare.

Di masing-masing petani luasannya bervariatif mulai dari 0,5 hingga 3 hektare tersebar di 15 kota/kabupaten se Sulut.

"Paling mendominasi areal tanahan kelapa bahan baku kopra di kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Bolaang Mongondow Utara," terang Refly Ngantung kadis perkebunan Provinsi Sulut.

Harga Kopra di Kotamobagu Anjlok
Harga Kopra di Kotamobagu Anjlok (Tribun manado / Vendi Lera)

Dijelaskannya saat ini upaya yang dilakukan dinas perkebunan terkait harga kopra hanya Rp 4.000 per kg, dari harga normal Rp 7.000 per kg yakni dengan meningkatkan hasil produk kopra uang punya keunggulan komparatif dan kompetitif.

Kalau kondisi harga kelapa murah pasti kopra tidak kompetitif, sehingga diolah menjadi kopra berkualitas karena produk kelapa punya keanekaragaman hasil olahan.

Dinas perkebunan akan menggenjot produk kopra yang baik dan berkualitas supaya tidak di-ninabobokkan dan dihina oleh perusahan minyak kepala.

Hasilkan kopra yang tahan lama, jangan asal diolah, jangan hasilnya langsung cepat dijual karena sangat bagus kalau kopra bisa disimpan atau ditahan agar industri atau perusahan yang membutuhkan bahan pokok kopra merasa kesulitan bahkan tersiksa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved