Perusahaan Ini Bayar Investor Pakai Daging Babi
Tak hanya Venezulla yang mengalami krisis keuangan. Sebuah perusahaan di China terpaksa membayar keuntungan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Tak hanya Venezulla yang mengalami krisis keuangan. Sebuah perusahaan di China terpaksa membayar keuntungan kepada investor mereka menggunakan daging babi karena mereka kehabisan uang.
Melansir dari Daily Mail, perusahaan Chuying Agro-Pastoral Group, yang bergerak di bidang produsen bahan makanan, termasuk daging babi, memiliki tanggungan sebesar 30 juta poundsterling (sekitar Rp 571 miliar) kepada para investor.
Namun saat jatuh tempo dan perusahaan diharuskan membayar bunga obligasi sebesar 55 juta poundsterling (sekitar Rp 1 triliun), mereka tengah kehabisan dana. Bisnis mereka sedang mengalami kesulitan lantaran ikut terdampak kasus wabah demam babi Afrika.
Pada akhirnya pihak perusahaan menawarkan untuk membayarkan bunga tersebut dalam bentuk paket hadiah berupa daging ham atau babi. Pembayaran dalam bentuk daging babi atau ham itu tidak dapat menutup seluruh hutang perusahaan.
Namun mereka berjanji akan tetap membayarkannya di waktu yang akan datang dalam bentuk uang. Investor menerima penawaran yang tidak biasa tersebut dan bersedia menunda pembayaran sisa tagihan.
Keputusan perusahaan dalam "membayar" tagihan dalam bentuk daging babi tersebut ternyata berdampak positif, yakni dengan meningkatnya nilai saham perusahaan hingga 20,9 persen pada pekan ini, sejak pengumuman itu dibuat.
Peningkatan nilai saham perusahaan tersebut mungkin ikut dipengaruhi kepuasan pihak investor dengan kualitas paket daging yang mereka terima, yang masing-masing bernilai hampir 1.000 poundsterling (sekitar Rp 19 juta).
Analis ekonomi, Judy Kwok-cheung yang juga direktur penelitian pendapatan tetap di Bank Singapura, menilai, pembayaran dalam bentuk barang umumnya tidak bisa diterima sebagai pembayaran hutang.
Hal serupa juga pernah dilakukan oleh perusahaan cokelat di Inggris, Hotel Chocolat yang pada 2010 meluncurkan Obligasi Cokelat.
Perusahaan itu memberikan enam kotak cokelat senilai masing-masing sekitar 19 poundsterling setiap tahun kepada investor yang menanamkan dananya sebesar 2.000 poundsterling. Perusahaan itu baru benar-benar dapat membayarkan keuntungan kepada investor berupa uang tunai pada awal tahun ini.
Taruh Daging Babi di Dalam Masjid, Pria AS Dipenjara 15 Tahun
Pria asal kota Titusville, Florida, AS, dipenjara 15 tahun setelah mengaku bersalah meletakkan potongan daging babi di sebuah masjid kota itu.
Michael Wolfe (37), selain menjalani masa hukuman 15 tahun penjara, dia juga harus melalui masa percobaan selama 15 tahun akibat perbuatannya pada Januari 2016 itu.
Wolfe mengaku meletakkan daging babi di Masjid Al-Munin di kompleks Islamic Society of Central Florida. Jaksa penuntut mengatakan, pengakuan bersalah Wolfe ini sebagai hasil dari pembicaraan dengan pihak masjid dan kepolisian Titusville.
"Dia mengajukan pernyataan bersalah karena melakukan aksi kebencian terhadap masjid," kata juru bicara kejaksaan setempat, Todd Brown.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bacon.jpg)