Masyarakat Sulut Banyak Pilih Kerja Paruh Waktu
Jumlah pekerja penuh di Kota Manado hingga Agustus 2018 mengalami penurunan.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Indry Panigoro
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jumlah pekerja penuh di Kota Manado hingga Agustus 2018 mengalami penurunan.
"Indikator Iain yang Iebih mendalam menyangkut angkatan kerja adalah pekerja penuh dan pekerja tidak penuh," jelas Ateng Hartono Kepala BPS Sulut, Senin (12/11/2018).
Baca: Hasto Sentil Prabowo, Banyak Bicara Tapi Tak Pernah Berbuat, Lupa Sila Keempat
Ia menjelaskan, indikator ini mampu menjelaskan bahwa seseorang yang bekerja ternyata tidak semua memiliki produktivitas yang tinggi.
Baca: Dinsos Berikan Rp 27.5 Juta bagi Warga untuk Bangun Rumah
Jam kerja merupakan gambaran intensitas kerja.
"Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker) adalah mereka yang bekerja Iebih dari 35 jam per minggu," jelasnya.
Sementara pekerja tidak penuh dibagi dua, yaitu setengah pengangguran (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan).
Juga paruh waktu, jam kerja kurang dari 35 jam tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
Baca: Manado Koleksi Pengangguran Tertinggi Sulut
Pada Agustus 2018, di antara para pekerja, hampir tiga perempatnya merupakan pekerja penuh waktu.
Persentase pekerja penuh waktu turun 0,22 poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
Baca: HKN, Wawali Kotamobagu Periksa Gula Darah
Sementara pekerja tidak penuh naik 0,22 poin dan pekerja paruh waktu dalam setahun terakhir naik 1,21 poin, sedangkan setengah pengangguran turun 0,99 poin. (Amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bps-data.jpg)