Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prediksi Rupiah: Makin Perkasa, IHSG Waspada Profit Taking

Hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menjadi angin segar bagi rupiah. Kemarin, rupiah spot kembali menguat

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Menghitung dolar AS dan rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menjadi angin segar bagi rupiah. Kemarin, rupiah spot kembali menguat 0,35% ke level Rp 14.539 per dollar AS. Serupa, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia terkerek 0,77% jadi Rp 14.651 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kemenangan Partai Demokrat diprediksi menghambat kebijakan di Washington. "Hasil tersebut memberikan potensi akan adanya perubahan perimbangan politik di AS dan dapat mempengaruhi perang dagang juga," kata dia.

Di sisi lain, masuknya investor asing di pasar keuangan turut mendongkrak rupiah. "Aset rupiah dianggap murah dibandingkan emerging market lain," lanjut David.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, fundamental ekonomi dalam negeri juga ciamik. Seperti pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari ekspektasi serta inflasi yang masih rendah.

Karena itu, Lukman memprediksi mata uang Garuda masih melanjutkan penguatan dalam rentang Rp 14.400-Rp 14.560 per dollar AS.

Sedangkan David melihat, rupiah stabil dalam kisaran Rp 14.500-Rp 14.600 per dollar AS.

Pergerakan IHSG
Pergerakan IHSG (kontan)

Proyeksi IHSG
Waspadai Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini, diproyeksi bakal ditutup melemah. Sentimen domestik bakal mendominasi perdagangan, hari ini Jumat (9/11).

Berdasarkan RTI, indeks Kamis (8/11) sukses ditutup menguat sebesar 0,62% di level 5.976. Penguatan tersebut, turut didukung dengan tercatatnya net buy dari investor asing di seluruh pasar sebanyak Rp 1,10 triliun.

"Sentimen IHSG besok, cenderung karena profit taking dan ekspektasi menunggu rilis laporan defisit transaksi berjalan (CAD)," kata Analis Mega Capital Sekuritas Adrian M Priyatna kepada Kontan.co.id, Kamis (8/11).

Dengan begitu, indeks diproyeksikan mengalami pelemahan terbatas pada, Jumat (9/11). Menurut Adrian, IHSG akan bergerak di kisaran level support 5.945 dan resistance 6.000.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki memproyeksikan indeks akhir pekan ini bakal ditutup menghijau. Potensi koreksi cukup memungkinkan terjadi Jumat lantaran belum ada sentimen kuat yang bakal mendominasi perdagangan besok.

"Sentimen IHSG besok, cenderung mix dari domestik maupun eksternal. Di antaranya menunggu data defisit transaksi berjalan (CAD), inflasi China dan nilai tukar rupiah," kata Achmad.

Achmad memperkirakan, IHSG berpotensi menguat besok di kisaran level support 5.897 dan resistance pada 6.075. Dengan rekomendasi sektor yang masih bisa dilirik seperti konstruksi, perbankan dan konsumsi.

Penjualan Meleset, Intiland Revisi Target

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved