Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenapa Habib Rizieq Ditangkap Polisi: Begini Aturan soal Bendera di Saudi

Pemimpin Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) sedang sakit flu yang cukup berat.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kapitra Ampera via Serambi Indonesia
Rizieq Shihab bersama aparat keamanan Arab Saudi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemimpin Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) sedang sakit flu yang cukup berat saat diperiksa otoritas keamanan Saudi Arabia karena dugaan memasang bendera terlarang di dinding rumah, Mekkah, 5 November 2018.

"Iya, beliau memang sedang sakit flu berat dan demam saat pemeriksaan berlangsung pada 6 November kemarin," ujar pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, saat dihubungi Tribun, Jakarta, Rabu (7/11).

Sugito menceritakan, sakit flu tersebut sudah muncul sejak dua hari sebelum pemeriksaan. Kendati demikian, Rizieq tetap menjalani pemeriksaan sebagai bentuk menghormati proses hukum yang berlangsung.

Diceritakan olehnya, Rizieq sama sekali tidak mengetahui adanya bendera di depan rumahnya. Kamera pengawas CCTV yang sudah terpasang sejak awal di rumah, justru hilang sehari sebelum kejadian.

Baca: Polisi Saudi Sempat Tangkap Habib Rizieq: Begini Cerita Lengkapnya

Dirinya terkejut ketika dibangunkan oleh putrinya dan sudah melihat banyaknya aparat keamanan setempat yang sudah berada di depan rumah. "Tidak lama setelah itu, beliau langsung dibawa untuk diperiksa oleh kepolisian setempat," urainya.

Sugito enggan banyak menduga. Akan tetapi, dugaan adanya jebakan kepada Rizieq menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Sebab, terdapat satu kejadian besar yang berada di Indonesia mengenai permasalahan pembakaran bendera yang sama seperti bendera yang berkibar di depan rumahnya. "Tidak bisa dielakkan yang seperti itu. Bisa saja," lanjutnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, aparat keamanan meminta keterangan Rizieq di Mekkah karena adanya pemasangan bendera mirip organisasi mirip Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) atau the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Menurut Arrmanatha, awalnya pada tanggal 5 November 2018 pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah pihak mengenai penahanan seorang WNI atas nama Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Rizieq Shihab bersama aparat keamanan Arab Saudi
Rizieq Shihab bersama aparat keamanan Arab Saudi (Kapitra Ampera via Serambi Indonesia)

"Dari hasil penelusuran diperoleh konfirmasi bahwa MRS sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Mekkah atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Mekkah," ujar Arrmanatha saat dikonfirmasi.

Terkait hal itu, kata Arrmanatha, pejabat fungsi kekonsuleran KJRI Jeddah telah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada Rizieq Shihab. "Tentunya hukum dan aturan setempat harus dihormati," kata Arrmanatha. Usai pemeriksaan, Rizieq Shihab diizinkan oleh otoritas keamanan Saudi untuk kembali ke rumahnya di Mekkah pada Selasa (6/11/2018) malam.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum (PWNI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal menerangkan, tak ada perlakukan khusus yang didapat Rizieq Shihab saat KBRI memberikan pendampingan. "Bagi kami (Kemlu) kasus ini tidak berbeda dengan kasus WNI lainnya yang menghadapi permasalahan hukum di luar negeri. Tugas Perwakilan sebatas memberikan pendampingan kekonsuleran untuk memastikan hak-hak hukumnya terpenuhi," ujar Iqbal.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan seorang warga negara Arab Saudi telah menjamin penahanan Rizieq Shihab. Hal itu, sesuai dengan ketentuan dan aturan dari kerajaan mengenai jaminan tahanan. "Yang jamin WN Saudi. Aturannya seperti itu," jelas dia kepada wartawan.

Dugaan Operasi 'False Flag'

Kuasa Hukum FPI, Munarman, pemasangan bendera di depan kediaman Rizieq Shihab dilakukan oleh tukang fitnah yang ingin mempersulit tokoh agama itu di Arab Saudi. Pemasangan, menurutnya telah menunjukkan sebuah kejahatan. Tidak cukup hanya di Jakarta, fitnah juga terjadi hingga Arab Saudi. Tujuannya, hanya satu, yakni membuat Rizieq celaka.

"Bendera dipasang tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS (Habib Rizieq Shihab) di Mekah saat ini. Mereka berharap, dengan adanya peristiwa tersebut HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi," kata Munarman dalam pesan singkatnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved