Sebelum Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh Dede Anggraini Sempat Minta Tolong sang Kakak
Dede sempat meminta tolong kepada kakaknya tersebut. Dia menelepon kakak, katanya nanti tolong aku.
Setiap minggu pun, Dede ke Jakarta untuk melanjutkan studinya.
Dede meninggalkan seornag suami, dan dua orang anak yang masing-maisng berusia 17 dan 9 tahun.
Sementara itu, ke-13 keluarga korban Lion Air JT 610 yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan Inafia Polri akhirnya diserahkan kepada keluarga, Senin (5/11/2018) malam.
Satu per satu perwakilan anggota keluarga, tampak menerima surat kematian sebagai bentuk serah terima simbolis.
"Saya serahkan secara simbolis berupa surat kematian kepada perwakilan Lion Air untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban," tandas Edi.

Beberapa tim pendamping yang juga merupakan psikolog tampak menenangkan keluarga korban yang berduka.
Kabag Infodok Divisi Humas Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo pun menawarkan fasilitas penitipan jenazah sementara waktu sebelum dibawa ke rumah masing-maisng.
Baca: Rusdi Kirana - Berikut 5 Fakta Pendiri Lion Air yang Dinilai Gagal oleh Keluarga Korban JT610
"Jika ada keluarga yang ingin menitipkan jenazah, kami fasilitasi dan menyediakan tempat untuk dimasukkan ke instalasi forensik.
Begitu juga jika ada yang langsung ingin mengirim ke kediaman, kami juga menyediakan fasilitas," tuturnya.

Adapun daftar nama ke-13 penumpang yang telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sebagai berikut.
1. Reni Aryanti, perempuan, 51 tahun, diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA
2. Muhammad Rapi Andrian, laki-laki, 24 tahun, berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA
3. Eryanto, laki-laki 41 tahun, berhasil diidentufikasi melalui pemeriksaan DNA
4. Vera Junita, perempuan 22 tahun, berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA
5. Resti Amelia, perempuan 27 tahun, berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA