Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Api Besar Kepung Yerusalem, Israel Ancam Hancurkan Beirut

Petugas pemadam kebakaran berhasil menahan api sebelum menyebar ke daerah penduduk di Yerusalem.

Editor: Lodie_Tombeg
Timesofisrael.com
Kobaran api di hutan Yerusalem, Israel, Jumat (2/11/2018)Wita. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, YERUSALEM - Petugas pemadam kebakaran berhasil menahan api sebelum menyebar ke daerah penduduk di Yerusalem.

Pihak berwenang mengevakuasi orang-orang dari sebuah penginapan awal Jumat pagi ketika api besar melanda bagian dari hutan Yerusalem.

Api dekat tempat tinggal Ziporri datang ketika pihak berwenang memperingatkan bahwa cuaca panas, kering dan angin kencang bisa menyebabkan kebakaran di seluruh negeri.

Delapan tim petugas pemadam kebakaran, bersama dengan pesawat pemadam kebakaran, dipanggil untuk memerangi api, menurut laporan media Ibrani.

Dikutip timesofisrael.com, para petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil cegah kobaran api menyebar ke rumah-rumah di Yerusalem dan kota-kota di dekatnya.

The Jerusalem Forest adalah kawasan hutan lebat yang populer di kalangan pejalan kaki yang meliputi perbukitan di sebelah barat kota. Peringatan dan museum Holocaust Yad Vashem berada di tepi hutan.

Pihak berwenang Kamis memperingatkan bahwa cuaca selama akhir pekan akan sama dengan November 2016, ketika kondisi seperti kekeringan membantu memberi makan besar-besaran kebakaran hutan di seluruh negeri.

Kebakaran terbesar terjadi di Haifa, di mana kondisi cuaca mendorong kota untuk menempatkan unit pemadam kebakaran dalam siaga tinggi selama akhir pekan.

Pasukan Lebanon menjaga pintu masuk stadion Al-Ahed di pinggiran selatan Beirut.
Pasukan Lebanon menjaga pintu masuk stadion Al-Ahed di pinggiran selatan Beirut. (Timesofisrael.com)

Israel Ancam Serang Pabrik Roket Hizbullah

Yerusalem memberi Lebanon peluang untuk mengambil langkah sendiri terhadap situs yang diduga di mana Iran mengkonversi proyektil menjadi peluru kendali, menurut laporan Israel.

Israel dilaporkan mengirim pesan kepada pemerintah Libanon melalui Paris menuntut bahwa mereka bertindak soal pabrik roket kelompok teror Hizbullah di negara itu. Israel mengatakan jika Libanon menolak untuk melakukannya, Israel dapat mengambil tindakan militer.

Pesan itu disampaikan oleh wakil penasihat keamanan nasional Israel Eitan Ben-David kepada Orléan la-Chevalier, penasihat utama Presiden Prancis Emmanuel Macron, selama kunjungan terakhir di Yerusalem pada Senin, menurut berita Channel 10 Israel.

“Pemerintah Libanon harus berhati-hati soal ke pabrik roket Hizbullah. Jika masalah ini tidak ditangani melalui cara diplomatik oleh pemerintah Lebanon, Israel akan bertindak sendiri, ” menurut laporan, yang mengutip" sumber diplomatik Barat.

Ben-David meminta agar la-Chevalier menyampaikan pesan itu kepada Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri.

Prancis memiliki hubungan erat dengan Lebanon, dan dianggap dekat dengan Hariri.

Kantor Perdana Menteri menolak berkomentar Kamis tentang laporan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved