Fosil Ini Bukti Keberadaan Moyang Manusia Paling Awal di Arab Saudi

Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of New South Wales Sydney, Australia menemukan bukti tentang moyang manusia.

Fosil Ini Bukti Keberadaan Moyang Manusia Paling Awal di Arab Saudi
Fosil Mamalia di situs Ti?s al Ghadah, Arab Saudi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of New South Wales Sydney, Australia menemukan bukti tentang moyang manusia atau hominin paling awal di Semenanjung Arab.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hominin awal di luar Afrika tidak harus beradaptasi dengan lingkungan ekstrem seperti gurun yang gersang.

Hasil ini didapatkan para peneliti setelah melakukan pembaruan penggalian arkeologi dan analisis fosil fauna di situs Ti's al Ghadah, di Gurun Nefud, Arab Saudi utara.

Mereka menemukan peralatan batu dan fosil potongan hewan yang mengindikasikan adanya nenek moyang kita pada 500.000 hingga 300.000 tahun lalu.

Temuan peralatan dan sisa-sisa potongan hewan ini menunjukkan bahwa hominin telah ada di Arab Saudi 100.000 tahun lebih awal dari yang diketahui sebelumnya.

Baca: Artefak Kuno Terungkap Gara-gara Misi Perampokan yang Gagal

"Ti's al Ghadah adalah salah satu situs palaentologi paling penting di Semenanjung Arab," ungkap Mathew Stewart, pemimpin penelitian ini dikutip dari laman resmi UNSW, Selasa (30/10/2018).

"Situs itu saat ini satu-satunya yang merepresentasikan fosil dari periode Pleistosen Tengah di bagian dunia ini, termasuk hewan seperti gajah, jaguar, dan burung air," imbuh kandidat PhD dari UNSW itu.

Hingga kini, kehadiran peralatan batu selalu dianggap mengkaitkan hewan-hewan purba dengan keberadaan hominin.

"Penemuan kami membuat Ti's al Ghadah sebagai fosil yang diasosiasikan sebagai bukti awal dari hominin di Jazirah Arab, menunjukkan bahwa leluhur kita mengeksploitasi berbagai hewan saat mereka memasuki wilayah yang lebih hijau," kata Michael Petraglia, arkeolog utama proyek ini.

Baca: Penambang Temukan Fosil Langka Berusia 50.000 Tahun di Kanada Utara

"Terlepas dari posisi gerografinya yang krusial di persimpangan antara Afrika dan Eurasia, Semenanjung Arab telah sering menjadi bahan diskusi tentang ekspansi awal hingga kini," kata Sterwart.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved