Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Alfamart Buka 200 Gerai Baru di Filipina

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus memperkuat jaringan bisnisnya. Selain mempertahankan dominasinya

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Net
Foto Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus memperkuat jaringan bisnisnya. Selain mempertahankan dominasinya di pasar domestik, pemilik gerai Alfamart ini memperkuat jaringan ke Asia Tenggara. Kini, Sumber Alfaria terus mengembangkan jaringan ritel di Filipina.

Kabar terbaru, AMRT melalui anak usahanya Alfamart Retail Asia Pte Ltd bersama perusahaan asal Filipinan, SM Retail Inc, membentuk anak usaha bernama DC Properties Management Corp (DCPM). Kongsi ini untuk memperluas pangsa pasar Alfamart di Filipina. Alfamart Retail menggenggam 40% kepemilikan saham di DCPM.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan AMRT, Tomin Widian, mengatakan potensi pasar Filipina masih sangat besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, untuk ekspansi di luar negeri, AMRT masih fokus mengembangan pasar di Filipina ketimbang menggarap negara lainnya.

Alfamart
Alfamart (TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO)

"Kami masih melihat potensi pangsa pasar di Filipina, namun pembentukan anak usaha (DCPM) lebih menitikberatkan kepada dukungan pada bisnis yang sudah ada, terutama dalam hal penyediaan lahan," ujar dia kepada KONTAN, Senin (29/10).

Memang, Alfamart terus mengencangkan pedal gas ekspansi di Filipina pada tahun ini dan tahun depan. Dengan potensi pasar yang besar, perusahaan ini menargetkan total gerai Alfamart di Filipina hingga akhir 2018 akan menyentuh 525 gerai.

"Kami optimistis total gerai akan mencapai 525 gerai pada akhir 2018. Untuk 2019, proyeksi jumlah toko sampai akhir tahun 2019 mencapai 750 gerai," ungkap Tomin.

Manajemen Sumber Alfaria Trijaya akan menambah lebih dari 200 gerai baru di Filipina pada tahun depan. Ihwal ekspansi gerai baru di negeri seberang, Alfamart beralasan lantaran enjualan toko yang cukup bagus dan respons positif konsumen di Filipina.

Tomin mengemukakan, untuk memuluskan rencana bisnis tersebut, Alfamart mendirikan anak usaha DCPM yang diharapkan bisa mempercepat penetrasi pasar di Filipina.

Dengan jejaring gerai yang semakin meluas, maka kontribusi dari bisnis Alfamart di negara itu akan meningkat. "Kontribusi penjualan kurang lebih di kisaran 4% dibandingkan pencapaian AMRT di Indonesia," ungkap Tomin.

Selain Filipina, sebenarnya Sumber Alfaria ingin merambah pasar lain di kawasan ASEAN, terutama Vietnam dan Thailand. Namun baru Filipina yang bisa ditembus, bahkan Alfamart menjadi salah satu brand ternama di negara itu.

Meski ceruk pasar ritel Thailand cukup besar dan memiliki gaya hidup yang sama dengan Indonesia, Alfamart harus siap bersaing di tengah ketatnya kompetisi toko ritel modern di negara tersebut.

Misalnya, Alfamart harus mempertimbangkan regulasi negara setempat. Sedangkan ekspansi gerai ke Vietnam urung lantaran sulitnya birokrasi dan regulasi di negara tersebut.

Pemerintah Vietnam memberikan proteksi yang sangat kuat terhadap pengusaha lokal. Tak cuma itu, ada kebijakan bahwa asing hanya dibolehkan memegang saham minoritas.

Meski demikian, dengan penguasaan di pasar domestik dan ekspansi ke luar negeri, Sumber Alfaria masih yakin mampu memenuhi target pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada tahun ini.

Sepanjang tahun lalu, mereka mencetak pendapatan bersih senilai Rp 61,46 triliun. Alhasil, Alfamart berpotensi meraup pendapata tahun ini senilai Rp 67,61 triliun.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved