Kepsek SMA/SMK Negeri Tunda Pulang Demi Ketemu Olly, Perda Pungutan Sekolah Bakal Diusulkan

Demi bertemu Gubernur Sulut Olly Dondokambey, sejumlah Kepsek SMA/SMK di luar Manado rela mencari penginapan atau tinggal di rumah kerabat

Kepsek SMA/SMK Negeri Tunda Pulang Demi Ketemu Olly, Perda Pungutan Sekolah Bakal Diusulkan
Tribun manado / Alpen Martinus
Grace Punuh, Kadis Pendidikan Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Demi bertemu Gubernur Sulut Olly Dondokambey, sejumlah Kepsek SMA/SMK di luar Manado rela mencari penginapan atau tinggal di rumah kerabat di Manado.

Pertemuan akan berlangsung Rabu (31/10) pagi di ruang CJ Rantung Kantor Pemprov Sulut.
Selasa (30/10) ratusan Kepsek SMA/SMK se - Sulut datang untuk pertemuan membahas dana BOS di kantor Dinas Pendidikan Sulut.

Olly bersedia bertemu para Kepsek ini pada Rabu pagi, hingga sejumlah Kepsek yang menetap jauh di luar Manado memilih menunda pulang demi ketemu Olly.

Mereka mengaku sangat ingin curhat pada Olly mengenai kondisi sekolah negeri saat ini yang hidup tidak mati pun segan.

Baca: Siswa SMA N 2 Kotamobagu Unjuk Rasa, Perwakilan Dinas Pendidikan Kaji Lagi Pergantian Kepsek

Berharap di dana BOS tak cukup. Menagih ke siswa dituding pungli oleh ombudsman. Belum lagi sering terlambatnya pencairan dana BOS yang membuat Kepsek sering ngutang. Alhasil sekolah negeri kalah jauh dari swasta.

"Itu semua membuat sekolah tidak bisa berkembang kami ingin supaya semua masalah ini diakhiri, kami ingin pak Gubernur mendengar keluh kesah kami," kata seorang Kepsek
yang enggan namanya disebut.

Ia mengaku menantikan momen tersebut hingga dirinya tak keberatan bila harus nginap.

Kadis Pendidikan Sulut Grace Punuh mengatakan, pertemuan tersebut adalah keinginan Olly yang ingin mendengar langsung keluh kesah guru. "Ini adalah kesempatan para Kepsek ketemu pak Gubernur," kata dia.

Baca: Yasti: Jika Kedapatan Ada Jabatan Kepsek Dibayar, Tak Segan-segan Saya Copot Jabatannya

Punuh mengakui banyak temuan Ombudsman di sekolah yang sebagian besarnya adalah pungutan.

Dia berharap pertemuan itu bisa memberi solusi. Punuh mengatakan, pihaknya segera mengajukan Perda Pungutan sekolah ke gubernur.

Ungkap dia, Perda itu mustinya bisa lebih cepat.

Pihaknya sudah merencanakan studi banding di Sulawesi Tengah, tempat dimana Perda serupa menuai pujian KPK. "Sayang disana ada bencana," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved