Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Selain Pencak Silat, Ini 4 Seni Bela Diri Tradisional Indonesia

Negara kita, Indonesia dianugerahi dengan keberagaman penduduk dan kekayaan budaya Nusantara.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
(Suci Rahayu/Bola/Juara.net)

Seni bela diri telah diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat.

Silek Minangkabau perlu dipelajari oleh masyarakat Minangkabau untuk melindungi diri saat merantau jauh dari kampung halaman.

Selain itu, Silek Minangkabau juga berfungsi sebagai pertahanan wilayah dari serangan pihak luar.

3. Kuntao

(pmamarietta.com)

Kuntao atau kuntau merupakan seni bela diri yang diciptakan oleh komunitas Tionghoa di Asia Tenggara, khususnya Kepulauan Melayu.

Dalam bahasa Hokkien, kata 'kuntao' secara harfiah berarti 'jalan kepalan'.

Namun, biasanya kata 'kuntao' diterjemahkan sebagai "pertempuran seni."

Kuntao dibawa oleh pedagang, buruh dan pemukim lainnya dari Cina selatan serta dipraktikkan di Malaysia (khususnya Kalimantan), Indonesia, Singapura, dan Filipina.

Kuntao pun telah memasukkan beberapa teknik silat asli Indonseia.

Sayangnya, seni bela diri kuntao hanya dikenal luas selama abad ke-20.

4. Mepantigan

(justgola.com)

Mepantigan adalah seni bela diri khas Bali yang dilakukan dengan bergumul di tanah berlumpur sehingga kerap disebut gulat lumpur.

Secara harfiah, kata 'mepantigan' dalam bahasa Bali berarti saling membanting.

Berbeda dengan pencak silat, dalam mepantigan pegulat biasa bertarung dengan mengandalkan gerakan kuncian dan bantingan.

Kini, mepantigan menjadi satu daya tarik wisata budaya di Bali dan diikuti tak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara.

 
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved