Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Tanggapan Zulkifli Hasan soal Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Terpaut 20 Persen

Ketua Dewan Penasihat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, menilai, hasil survei litbang Kompas

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews.com/Gita Irawan
Zulkifli Hasan mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (18/9/2018) pukul 09.50 WIB. Zulhas mengatakan mendatangi KPK sebagai Dewan Pembina Tarbiyah sebuah ormas Islam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Dewan Penasihat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, menilai, hasil survei litbang Kompas menjadi masukan penting untuk bekerja lebih baik.

Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 24 September-5 Oktober 2018, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencapai 52,6 persen dalam Pilpres 2019.

Sementara, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapat 32,7 persen.

Artinya elektablitas kedua pasangan itu terpaut 20 persen.

Baca: Ini Kritikan Terakhir Jamal Khashoggi kepada Arab Saudi, Sebelum Tewas

"Ya semua survei tentu sebagai masukan penting agar tim bisa bekerja lebih baik," ujar Zulkifli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Zulkifli mengatakan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiagatelah memiliki survei internal sendiri.

Hal senada pernah diungkapkan Direktur Media dan Komunikasi BPN Hashim Djojohadikusumo.

Ia menyebutkan, elektabilitas antara Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma'rufsaat ini hanya selisih 6-8 persen, bukan 20 persen seperti yang dirilis sejumlah lembaga.

"Walaupun tentu kami punya survei sendiri. Tapi apapun segala masukan survei tentu menjadi bahan untuk evaluasi," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca: Menteri Susi Hebohkan Panggung JFW 2019, Tampil dengan Kacamata Hitam dan Boots

Seperti dikutip dari Harian Kompas, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencapai 52,6 persen dalam Pilpres 2019.

Sementara, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan 32,7 persen.

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 24 September-5 Oktober 2018.

Namun, mereka yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihannya sebesar 14,7 persen.

"Seandainya 14,7 persen responden ini merapat kepada Prabowo-Sandi, dalam hitungan sederhana, peluang Jokowi- Ma’ruf masih sedikit lebih lebar," kata Bambang Setiawan dari Litbang Kompas.

Namun, dengan memperhitungkan aspek margin of error (MOE), kata Bambang, peluang ini bisa jadi masih di titik kritis.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved