Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ilmuwan Sebut Alien Mungkin Berwarna Ungu, Kok Bisa?

Bagi DasSarma, kehidupan awal yang berwarna ungu ini juga bisa diterapkan dalam pencarian kehidupan asing di ruang angkasa.

Tayang:
Editor:
DIOLAH TRIBUN MANADO
Ilustrasi 

Jika kehidupan asing menggunakan pigmen retinal untuk menangkap energi, para astrobilogis hanya perlu mencari tanda kehidupan dengan cahaya tertentu saja.

Schwieterman mengatakan, Klorofil menyerap sebagian besar cahaya merah dan biru.

Tapi spektrum yang dipantulkan dari planet yang dipenuhi tumbuhan menunjukkan apa yang disebut sebagai "tepi merah vegetasi".

Pantulan merah ini adalah perubahan mendadak dalam pantulan cahaya di bagian spektrum inframerah dekat, di mana tanaman tiba-tiba berhenti menyerap panjang gelombang merah dan mulai memantulkannya.

Sebaliknya, menurut Schwieterman, fotosintesis berbasis pigmen retinal memiliki "tepi hijau".

Ini terjadi karena mereka menyerap cahaya ke bagian spektrum hijau danmulai memantulkan panjang gelombang yang lebih jauh.

Sejauh ini, para astrobiologis hanya mendeteksi kehidupan di ruang angkasa dengan mendeteksi "tepi merah" saja. Tapi, temuan ini, menurut Schwieterman, membuat mereka perlu mempertimbangkan untuk mencari "tepi hijau" juga.

"Jika organisme ini hadir dalam kepadatan yang cukup pada planet ekstrasurya, sifat-sifat refleksi akan dicetak pada spektrum cahaya planet yang dipantulkan," kata Schwieterman.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved