Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pasha Ungu Menangis dan Siap Mundur dari Jabatannya, Enda dan Onci Buka Suara

Enda dan Onci buka suara soal Pasha Ungu yang menangis saat ingin mundur dari jabatannya

Editor:
Instagram/pashaungu_vm
Musisi sekaligus Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Enda dan Onci buka suara soal Pasha Ungu yang menangis saat ingin mundur dari jabatannya.

Sebagai sahabat dari Pasha Ungu, Enda dan Onci mengaku tahu pasti karakter kawannya tersebut.

Enda dan Onci pun memberikan tanggapan soal sikap Pasha Ungu yang membuat heboh publik tersebut.

Seperti telah diketahui, beberapa waktu lalu Pasha membuat publik ramai dengan pernyataannya.

Dengan berderai air mata, Pasha menyatakan siap mundur dari jabatan wakil walikota Palu.

Suami dari Adelia ini akan melepas jabatannya jika dianggap tak bisa menyelesaikan masalah di kota Palu pasca gempa dan tsunami.

Ia menyampaikan kata-katanya dengan terbata-bata dan isak tangis.

"Saya secara pribadi sebagai wakil wali kota kalau memang dianggap tidak maksimal menjalankan pemerintahan, saya tidak ada masalah, saya siap diturunkan atau mengundurkan diri," ujar Pasha Ungu sembari meneteskan air mata di kantor DPRD Palu, Sulawesi tengah, Rabu (17/10/2018) seperti dikutip dari Grid.ID dari Antara.

Hal ini diungkapkan Pasha di sela skors Rapat Dengar Pendapat di kantor DPRD setempat untuk mewakili Wali Kota Palu, Hidayat yang berhalangan hadir.

Menurut Pasha, ia sudah bekerja dan berusaha keras untuk warga Palu.

Ia tak mau ambil pusing terhadap kelompok masyarakat tertentu yang sengaja memperkeruh suasana dengan mengkritik kinerjanya.

"Kami tidak peduli dihujat, kami tidak mau pusing dihina sampai dikatakan tidak mampu, saya secara pribadi tanpa membawa unsur-unsur pemerintah berusaha bekerja." jelas Pasha.

 
"Apalah artinya saat datang diawal-awal hanya satu truk, kira-kira bagaimana rasanya kalau anda berada disitu. Boleh dikata aparatur pemerintah sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan," ungkapnya sambil terbata-bata, sedih, dan terharu.

Ia juga mengatakan bahwa jabatan tak dipersoalkan olehnya tetapi yang terpenting adalah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk bangkit dari kondisi saat ini.

"Saya kira itu bukan persoalan, tapi hari ini bagimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober," imbuhnya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved