Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

IRT Gantung Diri, Tulis Surat Minta Maaf ke Suami: Semoga Abang Bahagia Juga Elsa

Karena tidak ada jawaban, anak Rosmawati melihat ke dalam rumah melalui jendela kamar korban, dengan cara menaiki kursi.

Editor:
YOUTUBE
'Maaf Tak Bisa Jadi Istri yang Baik,' Isi Surat dan Kronologi IRT di Riau yang Gantung Diri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang istri dari salah seorang pekerja perusahaan perkebunan ditemukan tergantung di Perumahan PT RAKA berlokasi di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul).

Saat ditemukan, masih ada denyut jantung korban. Namun pada akhirnya korban meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di Klinik HMC Kandis.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, mengungkapkan, ‎perempuan berinisial RS (25 tahun) ditemukan tergantung dengan kain panjang di leher oleh tetangganya di pintu kamar rumahnya‎ pada Jumat petang (19/10/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.‎

Ipda Nanang mengatakan, dari lokasi polisi menemukan sebuah kain panjang, sebuah jirigen air, serta sepucuk surat ditulis korban untuk suaminya.

"Saya minta maaf saya tidak bisa jadi istri yang baik buat Abang. Saya titip anak kita kelak dia dapat jadi kebanggan Abang dan maaf saya harus pergi selamanya saya tidak sanggup lagi. Semoga abang bahagia juga Elsa," ucapnya seperti dalam surat, Minggu (21/10/2018).

Elsa merupakan nama putrinya.

Dirinya mengungkapkan, Jumat petang, Rosmawati belanja ke rumah korban RS, namun tidak ada jawaban saat dipanggil.‎

Karena tidak ada jawaban, anak Rosmawati melihat ke dalam rumah melalui jendela kamar korban, dengan cara menaiki kursi.

Diakuinya, saat melihat ke dalam, anak saksi terkejut melihat seorang wanita tergantung di pintu kamarnya, dan berlari memanggil ibunya.

Mendengar itu, Rosmawati‎ berlari ke rumah korban, dan melihat korban sudah gantung diri.

Diakuinya, kejadian tersebut diberitahukan Rosmawati kepada warga lain, dan‎ pihak security PT RAKA untuk meminta pertolongan.

Pihak security datang dan mendobrak pintu rumah korban yang terkunci dari dalam.

"Warga meminta pendeta dan suami korban dipanggil untuk menyaksikan korban diturunkan. Korban diturunkan dengan cara memotong kain panjang yang terikat di leher korban," jelasnya.

Ipda Nanang menerangkan, saat akan diturunkan, warga menemukan sepucuk surat untuk suaminya dipegang korban‎ yang saat itu memakai kaos warna coklat, dan celana pendek bola warna oranye.

Dilanjutkanya, korban langsung dibawa ke Klinik PT RAKA. Korban kemudian dirujuk pihak klinik karena masih ada detak jantungnya dan langsung dibawa memakai ambulance perusahaan ke klinik HMC Kandis.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved