Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi, Kiai Said, Habib Lutfhi Tokoh Muslim Berpengaruh

The Muslim 500 kembali merilis para tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Presiden Jokowi berkunjung ke Demak, Jumat (19/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - The Muslim 500 kembali merilis para tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar 500 tokoh muslim. Jokowi berada di deretan 'Top 50' dalam daftar yang dirilis The Muslim 500 tersebut  bertengger di posisi ke-16 dari deretan 50 tokoh muslim dunia paling berpengaruh tahun 2019.

Penyelenggara daftar tokoh muslim berpengaruh di dunia dilakukan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berkedudukan di Amman, Jordania. Mengutip buku 'Edisi Ulang Tahun Ke-10, 500 Muslim: 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019, tercatat dari Indonesia ada empat tokoh yang masuk ke daftar muslim berpengaruh di dunia yakni Presiden Jokowi (16), Ketum PBNU Said Aqil Siradj (20), dan Habib Luthfi bin Yahya (37).

Adapun untuk peringkat teratas dikunci oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (1), Raja Saudi Salman bin Abdulaziz (2), aja Jordania Abdullah Hussein (3). Menurut The Muslim 500Jokowi dinilai sebagai pemimpin populis, dan Presiden Indonesia pertama tidak berasal dari militer atau elit politik.  Dia berasal dari latar belakang keluarga sederhana keturunan Jawa. Ayahnya memiliki bisnis mebel kecil, yang sering tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka.

Orangtuanya berjuang untuk menyekolahkan Jokowi di jenjang Universitas, lulus di bidang kehutanan.  Setelah lulus, Jokowi bekerja selama tiga tahun di bidang Kehutanan, di badan usaha milik negara di Aceh sebelum kembali ke bisnis keluarga.  Jokowi adalah Wali Kota Surakarta sebelum menjadi Gubernur Jakarta pada September 2012.  Ia menjabat sebagai Walikota sukses yang menikmati hubungan dekat dengan rakyatnya.

Baca: Jokowi Masuk Dalam Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh, Ini Tanggapan Pengamat

 Ia membangun reputasi menjadi seorang politisi bersih, menghindari tuduhan korupsi dan nepotisme yang mewabah di kebanyakan politisi. Keberhasilan politiknya berlanjut dengan terpilih sebagai Gubernur Jakarta.  Dia dinilai sukses sebagai Gubernur melakukan terobosan atau reformasi dalam pendidikan, transportasi, pembenahan PKL dan pasar tradisional, dan melaksanakan pengendalian banjir.

Jokowi menjadi kandidat presiden, ketika Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia, memilih dirinya menjadi calon Presiden dari Partai PDI-Perjuangan.  Ia juga telah menikmati dukungan dari banyak musisi dan seniman (ia dilaporkan penikmat musik heavy metal), dan ini sangat membantunya pada kampanye presiden 2014. "Budaya blusukan, Presiden Widodo telah menjadi terkenal dengan blusukan untuk melihat dan mendengar langsung dari aspirasi masyarakat. Hal ini memungkinkan dia untuk secara langsung mendengarkan kekhawatiran dan kritik, memungkinkan dia untuk mengembangkan hubungan pribadi yang erat dengan masyarakat," tulis The Muslim 500 dalam lamannya. 

Meskipun pertumbuhan ekonomi tidak seperti yang diharapkan, namun investasi dalam infrastruktur dan pelayanan sosial masih akan membuat Jokowi masih menikmati dukungan kuat dari rakyat.  Ia juga masih dipandang sebagai pemimpin yang jujur dan tercatat sukses menyelenggarakan dan prestasi Asian Games 2018 di Jakarta.

Kini, Presiden Jokowi telah mengumumkan pencalonannya kembali menjadi calon presiden dalam pemilihan Presiden pada April mendatang.  Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya. Ma'ruf Amin adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)."Ini pengakuan dunia Islam kepada Pak Jokowi," ujar Ketua DPP Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Shadzily.

"Lembaga yang mengeluarkannya juga bukan institusi sembarangan, Jordan National Library. Menempatkan Pak Jokowi sebagai tokoh muslim berpengaruh di posisi 16 merupakan kebanggaan bagi kita," jelas anggota DPR RI ini.

Ajakan Jokowi Berdoa Bersama untuk Korban di Sulteng
Ajakan Jokowi Berdoa Bersama untuk Korban di Sulteng (Internet)

Menurut Ace, ini pengakuan dunia muslim terhadap sepak terjang Jokowi yang memiliki komitmen kuat terhadap upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat di negara muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia.

"Pak Jokowi bukanlah ahli agama atau ulama, tapi perjuangannya untuk mengatasi ketertinggalan ekonomi di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim menunjukan kontribusinya terhadap kemajuan Islam tanpa terjebak ke dalam identitas simbolik," tegas juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini.

Ada pula kategori 100 teratas, juga daftar 450 muslim. Untuk kategori Sosok Tahun 2019 (Person of The Year), dua nama ditabalkan: Ahed Tamimi dan Mahathir Mohamad. Ahed adalah gadis Palestina yang terkenal gara-gara menampar tentara Israel dan sosoknya menjadi populer.

Adapun Mahathir, Perdana Menteri Malaysia, adalah pria yang menjabat posisi perdana menteri untuk kedua kali saat usianya menginjak 93 tahun.  Mohammed Salah, pesepakbola Mesir yang bermain di Liverpool nama yang baru masuk.Salah berada di urutan ke-46.

Sang Adik Sebut Prabowo Tak Tiru Trump

Pidato Prabowo Subianto yang menggunakan istilah 'make Indonesia great again' di acara Rapat Keerja Nasional Lembaga Dakwah Islamiah Indonesia (LDII), memicu kontroversi. Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo membantah slogan tersebut berkaitan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Sebagian dari kalian pasti tahu Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit yang pernah membawa kejayaan di wilayah yang kini menjadi bagian Indonesia, Prabowo-Sandi ingin mengembalikan kejayaan itu melalui slogan make Indonesia great again. Jadi tak ada kaitannya dengan Donald Trump," jelas Hashim.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved