FGD Tribun Manado: Komunitas Relawan Bencana Siap Bantu BPBD Sulut

Pembentukan search and rescue (SAR) dog atau biasa disebut dog rescue menjadi satu kebutuhan dalam hal penanggulangan bencana.

FGD Tribun Manado: Komunitas Relawan Bencana Siap Bantu BPBD Sulut
Tribun manado / Ryo Noor
Focus Group Discussion di kantor Tribun Manado, Jumat (19/10/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pembentukan search and rescue (SAR) dog atau biasa disebut dog rescue menjadi satu kebutuhan dalam hal penanggulangan bencana.

Aldy Setiadi, Biro Pelatihan Perlindungan Perkin Sulut mengatakan, nyatanya unit dog rescue berperan penting dalam pencarian korban gempa di Palu, Sulteng.

"Di Palu kita turunkan lima anjing untuk mencari korban, bisa menemukan 20 sampai 30 korban," kata dia saat menyampaikan uraian pada Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri Kapendam XII Merdeka Kolonel Inf M Andi M Surya, pejabat Badan Penanggunalangan Bencana Daerah Sulut Jimmy Mokolensang, perwakilan Satuan Brimob Polda Sulut Iptu Abdon F Londohiang, Forum Komunikasi Pecinta Alam Sulut Indrakusuma Oley, Komunitas Manado Dog Lovers Revol Gerungan dan sejumlah wartawan di Kantor Tribun Manado, Jumat (19/10/2018).

Baca: Jimmy Mokolensang: Sulut Laboratorium Bencana, Maka Harus Tangguh

Jimmy mengatakan, BPBD akan melibatkan komunitas PARKIN, Dog Lovers dan FKPA dalam latihan bersama siaga bencana. Ia menyambut gembira atas inisiatif para relawan bencana di Sulut. Untuk mengawali komunikasi, Jimmy mengatakan, pihaknya akan melibatkan komunitas dalam latihan bersama.

Kolonel Andi juga menyambut baik inisiatif para relawan bencana Sulut usai menceritakan pengalamannya terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulteng. Andi mengatakan, keterlibatan para relawan dalam penanganan bencana sangat dibutuhkan.

Dia menyarankan, perlu koordinasi yang baik antara semua stakeholders dalam penanganan bencana.
Anjing bisa cium dan membedakan korban yang masih hidup atau sudah meninggal dunia.

"Anjing dilatih untuk mencari korban yang masih hidup. Kalau tidak ada baru cari mayat. Ke dalam penciuman anjing bisa 15 meter-20 meter," kata dia.

Focus Group Discussion di Kantor Tribun Manado, Jumat (19/10/2018).
Focus Group Discussion di Kantor Tribun Manado, Jumat (19/10/2018). (Tribun manado / Ryo Noor)

Ketika melibatkan dog rescue di reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, korban berhasil ditemukan. Hanya saja susah ketika menggali reruntuhan.

Di Sulut banyak anjing, tapi sedikit yang terlatih untuk jadi dog rescue. Jenis golden paling banyak di Sulut. Jenis ini penciumannya sangat baik.

Di Manado saja ada 300 ekor (golden), belum yang jenis huski, jika 10 sampai 20 persennya saja dilatih akan banyak bermanfaat, dalam 2 sampai 3 tahun ke depan mungkin Sulut akan punya paling banyak digunakan rescue.

Sangat disayangkan punya potensi tapi tak digali untuk kebutuhan penanggulangan bencana. Potensi anjing hanya untuk hiburan. "Sekarang salam, duduk atau main dengan anak-anak," kata dia.

AKBP Eko Kurniawan, Wakil Direktur Sabhara Polda Sulut ikut mengungkapkan, di Polda ada unit namanya K-9, unit ini memanfaatkan atawa, jenis anjing untuk membantu tugas kepolisian.

Ketika gempa di Palu seekor anjing ikut diterjunkan membantu mencari korban. "Satwa ini punya kekhususan penyelamatan dan mencari korban," kata dia.

Ia mengakui, anjing di satuannya terbatas, ada beberapa ekor tapi punya kekhususan, ada yang untuk pelacakan narkoba dan penyelamatan.

Harus diakui operasional satwa perlu anggaran dibiayai jangka panjang. Sebab itu perlu memang ditindaklanjuti formulasikan bagaimana untuk membentuk SAR dog. (ryo noor)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved