Warga Bolsel Keluhkan Harga Cengkih
Warga Kabupaten Bolsel mengeluhkan harga cengkih yang mengalami penurunan drastis.
Penulis: | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ( Bolsel) mengeluhkan harga cengkih yang mengalami penurunan drastis.
"Kelapa murah, cengkih juga murah satu kilo sekitar Rp 80 ribuan padahal seharusnya Rp 120 ribuan harga normal," jelas Nurna Hasani pemilik perkebunan cengkih asal Desa Sondana, Jumat (19/10/2018).
Dia berharap harga komoditi unggulan ini akan kembali melonjak tajam sehingga petani tidak terus mengalami kerugian.
Baca: Dispora Bolsel Matangkan Persiapan Lomba Tinju Amatir
"Biar kami tidak rugi sebab pemanjat juga kami gaji," jelasnya.
Herson, petani cengkih asal Molibagu yang berharap agar harga cengkih kembali normal seperti sedia kala.
"Di Kotamobagu harganya diatas Rp 100 ribuan, sementara di daerah kita sekitar Rp 80 ribuan," jelasnya.
Baca: DPRD Bolsel Kunker ke Dirjen Otda Konsultasikan Jabatan Wabup
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Kooperasi (Disperindagkop) Amstrong Apollo, akan turun lapangan melihat apa permasalahan para pengepul sehingga harga bahan baku rokok ini mengalami penurunan.
"Kita akan berupaya mencari solusinya," tandas Apollo. (lix)