Facebook Turunkan Tim Perangi Hoaks Pemilu

Tim beranggotakan 20 orang yang baru diluncurkan untuk memata-matai manipulasi kecerdasan buatan.

Facebook Turunkan Tim Perangi Hoaks Pemilu
(ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )
Presiden AS Donald Trump (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP ) 

 


TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC- Tim beranggotakan 20 orang diluncurkan Facebook untuk memata-matai manipulasi kecerdasan buatan. Tugas mereka untuk mendeteksi upaya untuk secara tidak sah mempengaruhi pemberian suara pada pemilu di Amerika Serikat dan Brasil.

"Ruang Perang" Facebook, sebuah ruang tak mencolok yang dihiasi bendera Amerika dan Brasil, sebuah tim yang terdiri dari 20 orang memantau layar komputer untuk tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan.

Dikutip dari timesofisrael, unit yang baru diluncurkan di markas besar Menlo Park di California adalah pusat komando untuk memerangi informasi yang salah dan manipulasi jaringan sosial terbesar oleh aktor asing yang mencoba mempengaruhi pemilihan di Amerika Serikat dan di tempat lain termasuk Indonesia.

Di dalam, dinding memiliki jam yang menunjukkan waktu di berbagai wilayah Amerika Serikat dan Brasil, peta dan layar TV yang menunjukkan CNN, Fox News dan Twitter, dan monitor lain yang menunjukkan grafik aktivitas Facebook secara real time.

Facebook, yang telah disalahkan karena melakukan terlalu sedikit untuk mencegah upaya misinformasi oleh Rusia dan orang lain dalam pemilu AS 2016, sekarang ingin dunia tahu itu mengambil langkah agresif dengan inisiatif seperti ruang perang.

Facebook Watch
Facebook Watch (Facebook)

"Tugas kami adalah mendeteksi ... siapa pun yang mencoba memanipulasi debat publik," kata Nathaniel Gleicher, mantan direktur kebijakan keamanan dunia maya Gedung Putih untuk Dewan Keamanan Nasional yang sekarang menuju kebijakan keamanan dunia maya Facebook.

"Kami bekerja untuk mencari dan menghapus aktor-aktor ini."

Facebook telah berlomba untuk mendapatkan langkah-langkah di tempat dan mulai mengoperasikan pusat komando ini - dengan tanda "WAR ROOM" di pintu kaca - untuk putaran pertama pemilihan presiden di Brasil pada 7 Oktober.

Tidak butuh waktu lama untuk menemukan informasi palsu dan desas-desus yang tersebar yang bisa berdampak pada pemilih di Brasil.

“Pada hari pemilihan, kami melihat lonjakan dalam penindasan pemilih (pesan) yang mengatakan pemilu ditunda karena protes. Itu bukan kisah nyata, ”kata Samidh Chakrabarti, kepala keterlibatan sipil Facebook.

Chakrabarti mengatakan Facebook mampu menghapus posting ini dalam beberapa jam sebelum mereka menjadi viral.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved