Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Legenda Heikegani, Kepiting Berwajah Samurai yang Sedang Marah di Jepang

Di Jepang, ada kepiting unik dan disakralkan dengan pola wajah yang menyerupai samurai yang sedang mara

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Screenshot Video

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Jepang, ada kepiting unik dan disakralkan dengan pola wajah yang menyerupai samurai yang sedang marah pada permukaan cangkangnya. Kepiting tersebut dinamakan heikegani.

Bagi penggemar seafood, kepiting merupakan sajian yang jadi favorit.

Rasanya yang gurih dan sedikit manis dipadu keasyikan untuk mencungkili daging dari cangkangnya yang keras membuat makan kepiting jadi pengalaman unik.

Baca: Sebuah Perusahaan di Selandia Baru Jual Udara Segar Seharga Rp 1,4 Juta untuk 2 kaleng

Bicara tentang kepiting, ada kepiting 'berwajah' unik dan dianggap sakral dari Jepang.

Kepiting tersebut dinamakan Heikegani.

(Amusing Planet)

Mengutip laman intisari.grid.id, heikegani merupakan kepiting yang memiliki pola 'wajah' menyeramkan pada cangkangnya.

Keberadaan kepiting heikegani erat dikaitkan dengan legenda tentang samurai di Jepang.

Yakni, pertempuran samurai yang terjadi sekitar delapan abad yang lalu.

Saat itu, tepatnya tahun 1185 di daerah Shimonoseki, Jepang dua prajurit tangguh dari klan Heike (Penguasa kekaisaran Jepang) dan dari klan Minamoto yang berjuang untuk merebut takhta.

Baca: Ini Rekomendarsi Durasi Tidur Sesuai Kualitas dan Kuantitas Tidur Kamu


Mereka saling berhadapan di teluk kecil bernama Dan-no-ura.

Dalam pertempuran sengit itu, ratusan prajurit samurai kehilangan nyawa mereka.

Tubuh mereka pun tenggelam oleh ombak di lautan.

Minamoto akhirnya memenangkan peperangan dan kemudian menjadi Shogun pertama, atau penguasa militer Jepang.
Patung di Taman Mimosusogawa, Shimonoseki, Jepang.
Patung di Taman Mimosusogawa, Shimonoseki, Jepang. (Hidetsugu Tonomura / Flickr)
Patung di Taman Mimosusogawa, Shimonoseki, Jepang.
Patung di Taman Mimosusogawa, Shimonoseki, Jepang. (Hidetsugu Tonomura / Flickr)

Untuk memperingati pertempuran Dan-no-ura, dibangunlah dua patung perunggu yang menggambarkan dua prajurit Samurai di sebuah taman kecil bernama Mimosusogawa, di tepi laut dekat dengan Jembatan Kanmonkyo di Shimonoseki, Jepang.

Kedua patung ini diapit oleh replika meriam dan kapal.

PENJELASAN DI BALIK 'WAJAH' KEPITING HEIKEGANI

Pola 'wajah' menyeramkan di cangkang kepiting heikegani disebut-sebut sangat menyerupai wajah seorang samurai yang sedang marah.

Konon, ketika prajurit Heike meninggal dan tenggelam, jiwanya berpindah ke kepiting itu dan mengukir wajahnya di cangkangnya.

Kepiting itu lantas disebut sebagai kepiting Heikegani atau kepiting Heike.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved