Jawara Astra Honda Skill Contest SMK 2018, Syahroni Cs Raih Beasiswa dari AHM
Juara I dan II kontes keterampilan mekanik sepeda motor Honda untuk siswa SMK ini diraih dua pelajar asal Jawa Timur.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gelaran The 9 Astra Honda Skill Contest for Vocational School 20018 (AHSC-Astra Honda Skill Contest SMK) mencapai puncaknya dalam Astra Honda Awarding Night yang digelar di Ballroom Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (17/10) malam.
Juara I dan II kontes keterampilan mekanik sepeda motor Honda untuk siswa SMK ini diraih dua pelajar asal Jawa Timur.
Syahroni, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Bendo, Kabupaten Magetan meraih juara 1 dengan nilai 348, 8. Tertinggi dari antara 40 finalis kontes yang sudah ada sejak tahun 2010.
Juara 2 diraih Moh. Hadi Fahmi dari SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi. Syahroni dan Fahmi merupakan utusan Main Diler PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Surabaya.
Sementara, juara III diraih Dimas Wahyu Al Almin, SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta utusan Main Diler PT Astra Motor Yogyakarta.
Syahroni berhak atas hadiah beasiswa kuliah di Politeknik Manufaktur Astra dan subsidi biaya hidup selama tiga tahun dari AHM. Juara II dan III mendapatkan beasiswa masing-masing senilai Rp 5 dan Rp 3 juta.
Tak cuma itu, SMK tempat mereka berasal mendapatkan sepeda motor Honda. Juara I berhak atas Honda PCX, juara II Honda CB150 StreetFire dan juara III All New Honda Vario 150.
Sementara, semua finalis yang berjumlah 40 orang mendapatkan medali dan beasiswa Rp 1 juta.
Syahroni sang pemenang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Senyum terus mengembang dari wajahnya. Menurutnya, kunci sukses ialah persiapan matang, disiplin dan terus belajar.
"Penting juga menjaga kesehatan, mental agar terus berkonsentrasi," ujarnya.
Katanya, tak sia-sia ia belajar teori dan praktik rutin di bawah bimbingan guru dan instruktur Honda beberapa bulan terakhir.
"Uang yang diterima akan saya serahkan ke orangtua untuk modal usaha," kata pemuda yang bermimpi bisa kerja di Astra.
Hadi Fahmi mengungkapkan, mereka bisa juara karena menggunakan waktu sebaik-baiknya. Ia tetap belajar dan praktik teknik sepeda motor meskipun tanpa diminta guru.
"Terima kasih kepada instruktur Honda dari main diler. Mereka keras kepada kami tapi bisa merasakan manfaatnya. Kita jadi disiplin. Bisa tahu luar dalam, menguasai seluruhnya tentang motor Honda," ujar Fahmi yang bertekad mementori adik-adik kelasnya agar bisa berprestasi. "Ilmu dan pengalaman saya akan dibagikan kepada rekan-rekan dan adik kelas," ujar Fahmi.
Sedangkan Dimas Wahyu Al Amin mengungkap tantangan dalam persiapan mengikuti kontes itu.
"Kurang lebih sebulan saya kos di Yogyakarta. Saya pernah kehabisan uang, pinjam uang dan pernah ngutang," ujar Al Amin yang bercita-cita memiliki bengkel otomotif sendiri itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pemenang-i-ii-dan-iii-astra-honda-skill-contest-smk-2018_20181018_094445.jpg)