Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

400 Personel Polresta Manado Kawal Bandara Sam Ratulangi hingga Jalan Martadinata Manado

Sebanyak 400 personel Polresta Manado diterjunkan untuk amankan demo massa gabungan ormas adat Minahasa terhadap dua tokoh gerakan 212.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Indry Panigoro
Sebanyak 400 personil Polresta Manado diterjunkan untuk mengamankan demonstrasi penolakan pentolan gerakan 212 yakni Habib Muhammad Bahar bin Ali Bin Smith dan Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Athos. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 400 personel Polresta Manado diterjunkan untuk mengamankan demo massa gabungan ormas adat Minahasa terhadap kedatangan dua tokoh gerakan 212 di Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (15/10/2018).

Dua ustaz, yakni Habib Muhammad Bahar bin Ali Bin Smith dan Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Athos tiba di Manado untuk menghadiri Tabligh Akbar Haul Akbar ke 7 Al Habib Ali bin Abdurrahman Smith dan Doa Akbar untuk bangsa Indonesia dan Doa Bersama untuk Palu dan Donggala di Masjid Habib Alwi bin Smith di Kelurahan Karame, Kota Manado, Senin (15/10) malam.

Para aktivis gabungan ormas adat Minahasa mengadang kedua habib itu di Bandara Sam Ratulangi kemarin siang. Mereka meminta keduanya kembali ke Jakarta. Alasannya dua habib itu dinilai intoleran dan anti-NKRI. Mereka tak ingin radikalisme  masuk ke Sulawesi Utara. Mereka ingin agar Tanah Toar Lumimuut tetap toleran dan hidup saling menghargai seperti selama ini. 

Muhammad Bahar bin Ali bin Smith didaulat menyampaikan sambutan dalam acara haul ketujuh ke-7 Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith, tagbligh akbar dan doa untuk bangsa Indonesia, khususnya doa bersama untuk korban pascagempa doa bersama untuk korban pascagempa bumi di Palu dan Donggala di halaman Masjid Alwi bin Smith, Kelurahan Karame Selasa (16/10/2018) dini hari.
Muhammad Bahar bin Ali bin Smith didaulat menyampaikan sambutan dalam acara haul ketujuh ke-7 Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith, tagbligh akbar dan doa untuk bangsa Indonesia, khususnya doa bersama untuk korban pascagempa doa bersama untuk korban pascagempa bumi di Palu dan Donggala di halaman Masjid Alwi bin Smith, Kelurahan Karame Selasa (16/10/2018) dini hari. (TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS)

Baca: Wakapolda Sulut Coba Tenangkan Massa

Semula personel Polresta Manado itu disiagakan untuk menjaga keamanan wilayah, dimulai dari Bandara Sam Ratulangi Manado hingga terjadinya bentrok di Jalan Martadinata, Paal Dua, Manado.

Baca: Massa Merangsek ke Karame Minta Tokoh 212 Dipulangkan, Wakapolda Sulut Ajak Dialog

Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara ketika dikonfirmasi Selasa (16/10/2018) mengatakan, semua personel itu ditugaskan untuk siaga selama 24 jam penuh.

Baca: Massa Membubarkan Diri

"Memang ada gesekan pasca demo, tapi semuanya masih bisa kami kontrol dan awasi," tegas kapolresta. (nie)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved