BNI Syariah Targetkan CAR di Atas 17%
PT Bank BNI Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh di atas 15% pada tahun ini. Apabila target tersebut tercapai, setidaknya pada akhir tahun 2018
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Bank BNI Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh di atas 15% pada tahun ini. Apabila target tersebut tercapai, setidaknya pada akhir tahun 2018 capital adequacy ratio (CAR) BNI Syariah masih melampaui 17%.
Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati menyebut, sejauh ini posisi CAR BNI Syariah sudah cukup tebal untuk menopang kebutuhan ekspansi.
Per Agustus 2018 lalu BNI Syariah mencatatkan total modal mencapai Rp 4,1 triliun. Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan sebanyak 49,2% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,7 triliun.
Posisi CAR BNI Syariah di level 18,6% per Agustus 2018 lalu. Posisi tersebut menurut Dhias, sudah jauh di atas ketentuan CAR minimal 9,4% yang dipasang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada akhir tahun 2017 lalu BNI Syariah telah mendapatkan suntikan modal dari induk yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebanyak Rp 1 triliun.
"Selain mendapat suntikan modal dari induk usaha sebesar Rp 1 triliun pada akhir tahun 2017, kami juga memiliki tambahan dari laba ditahan," tuturnya, Jumat (12/10) lalu.
Bank Jatim Jaga Likuiditas Akhir Tahun
Memasuki kuartal keempat 2018, kelompok bank pembangunan daerah (BPD) menghitung dana pemerintah daerah (Pemda) yang parkir di brankasnya. Ini dilakukan untuk mengatur strategi menjaga likuiditas hingga akhir tahun.
Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) Ferdian Satyagraha menuturkan, hingga Agustus 2018, dana milik pemda yang parkir di Bank Jatim sebesar Rp 23,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan oleh pemda untuk membiayai kegiatan operasional mereka.
Ferdian memprediksi hingga akhir tahun bakal ada tren pembayaran kewajiban oleh pemda. Hal ini mengakibatkan dana Pemda yang tersimpan di bank akan turun.
Melihat kecenderungan penarikan dana oleh pemda, Ferdian mengaku Bank Jatim sudah menyiapkan langkah dalam mempertahankan likuiditas. Bank Jatim akan berusaha menggenjot pertumbuhan kredit sebesar 10,65% secara year on year (yoy).
Bank Jatim menargetkan rasio pembiayaan terhadap dana atau loan to deposit ratio (LDR) hingga akhir tahun sebesar 80%. Adapun posisi LDR per Agustus masih longgar di posisi 66,39%.
JSMR Tawarkan Enam Proyek Jalan Tol
PT Jasa Marga Tbk membutuhkan pendanaan jumbo untuk ekspansi jalan tol. Dalam pertemuan tahunan IMF - Bank Dunia di Bali pekan lalu, operator jalan tol pelat merah ini menawarkan skema investasi berupa direct investment untuk proyek enam ruas jalan tol.
Keenam ruas jalan tol tersebut adalah ruas jalan tol Bali Mandara, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Balikpapan-Samarinda serta Manado-Bitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bnirelis_20180102_131510.jpg)