Gempa Sulteng
Siswa SMA Negeri 9 Sumbang Tas dan Buku, Korban Bencana Belajar di Manado
Solidaritas terhadap para pengungsi korban bencana Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, ditunjukkan para siswa SMA Negeri 9 Manado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Solidaritas terhadap para pengungsi korban bencana Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, ditunjukkan para siswa SMA Negeri 9 Manado, Sulawesi Utara.
Mereka ramai - ramai menyumbang tas, sepatu serta peralatan sekolah kepada para siswa asal daerah bencana yang memilih melanjutkan sekolah di SMA Negeri 9 Manado.
"Solidaritas siswa sangat tinggi, ada yang katakan hendak sumbang tas serta sepatu," kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meidy Tungkagi kepada TribunManado.co.id pada Jumat (12/10/2018) di ruang guru SMA Negeri 9 Manado.
Sebut Tungkagi, ada lima siswa asal Palu yang memilih melanjutkan sekolah di SMA Negeri 9 Manado.
Empat siswa sudah mengikuti pelajaran selama dua hari.
"Satunya lagi sudah mendaftar dan akan masuk pada hari Senin nanti," katanya.
Tungkagi yang mewawancarai para siswa itu bisa merasakan kepedihan mereka.
Seorang siswa, kata dia, hilang kontak dengan puluhan temannya yang diduga jadi korban.
"Sekolahnya hancur, dari puluhan temannya, hanya tiga yang bisa dihubungi, lainnya hilang," kata dia.
Tungkagi menyatakan, para siswa korban bencana disilakan bersekolah tanpa syarat.
"Mereka tak perlu bawa dokumen, ijazah dan lainnya, tinggal sekolah saja," kata dua.
Dikatakan Tungkagi, pihak sekolah membantu menyiapkan seragam serta peralatan sekolah lainnya.
Wagub Steven Kandouw beberapa waktu lalu meminta semua sekolah untuk menerima siswa pengungsi korban bencana.
"Kalau perlu sekolah juga bantu menyiapkan seragam serta peralatan sekolah," kata dia. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)