Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Multifinance Gamang Rilis Surat Utang

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) merealisasikan pengembangan bisnis infrastruktur logistik pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Ilustrasi saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pelaku usaha pembiayaan harus semakin memutar otak mencari sumber pendanaan di tengah sejumlah tekanan yang masih berlanjut saat ini.

Termasuk lewat penerbitan obligasi saat kondisi pasar modal masih lesu dan tren kenaikan yield US Treasury bertenor 10 tahun yang sudah mencapai angka 3,4%. Kenaikan suku bunga obligasi Amerika Serikat ini mendorong ekspektasi suku bunga di negara lain, tak terkecuali Indonesia.

Melihat kondisi ini, PT Indosurya Inti Finance mengaku masih harus menimang-nimang rencana penerbitan obligasi di 2018. Sebelumnya, perseroan ini menjajaki obligasi di paruh kedua tahun 2018 sebagai langkah diversifikasi sumber dana.

Biasanya, Indosurya Finance mengandalkan pinjaman bank dan penerbitan medium term notes (MTN) disamping modal sendiri.

"Kami masih melihat perkembangan untuk merealisasikan rencana tersebut," kata Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung, Rabu (10/10).

Di sisi lain, kenaikan beban pendanaan dari penerbitan surat utang sendiri sudah dirasakan multifinance seiring tren kupon yang mulai merangkak.

Naiknya yield US Treasury diikuti dengan meningkatnya imbal surat berharga negara (SBN) di dalam negeri. Ujungnya, kupon obligasi korporasi termasuk dari multifinance juga ikutan terkerek sebagai langkah penyeimbang.

Karena itu, Direktur PT BFI Finance Indonesia Sudjono mengakui pihaknya mesti lebih cermat dalam memantau pasar untuk mengeksekusi penerbitan obligasi di sisa tahun ini.

MTF lebih optimistis

Bila di awal triwulan IV ini pasar menunjukan tren perbaikan, BFI Finance bisa kembali menerbitkan obligasi. Tapi bila tidak, perseroan memiliki opsi menggesernya ke awal tahun depan.

Di saat sejumlah multifinance masih gamang menerbitkan surat utang, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) justru percaya diri bisa sukses merilis obligasi sebelum tahun 2018 ini usai.

Direktur MTF Armendra optimistis, obligasi yang bakal dirilis perusahaannya bisa diserap pasar dengan optimal bahkan tanpa harus jorjoran mengerek kupon. Ia beralasan pihaknya memiliki rating AA+ dan didukung minat serta kepercayaan investor yang tinggi pada perusahaannya.

Perseroan ini siap merilis obligasi sebesar Rp 3 triliun. "Rencananya akan diterbitkan Desember ini," ungkap Armendra.

TRAM Raih Kontrak Baru Pertambangan

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) merealisasikan pengembangan bisnis infrastruktur logistik pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved