Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berikut 6 Fakta Rendang, Hidangan Khas Minang yang Disumbangkan Pemda Sumbar untuk Korban Gempa Palu

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemda Sumbar) memberikan bantuan 1 ton rendang kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya.

Editor: Siti Nurjanah
rasamalaysia.com & BMKG
Rendang dan Gempa Palu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemda Sumbar) memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya.

Bantuan yang diberikan berupa 1 ton rendang yang dikirimkan langsung ke Palu.

Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya @Sutopo_PN.

Pria 49 tahun itu juga mengakui, tidak semua pengungsi mendapatkan rendang dari Pemda Sumbar karena jumlahnya terbatas.

"Tentu tidak semua mendapat rendang karena jumlahnya terbatas. 1 ton itu tidak mencukupi untuk semua pengungsi,"lanjut Sutopo.

Ia juga tidak membenarkan kabar yang beredar yang mengatakan rendang ditujukan untuk pejabat di Palu.

"Tidak benar juga jika rendang tersebut buat pejabat di sana,"tutupnya.

Terlepas dari kabar tersebut, rendang merupakan makanan khas Minang.

Terbuat dari daging, santan, dan berbagai bumbu, rendang menjadi hidangan yang begitu lezat.

Berikut enam fakta rendang yang berhasil dihimpun TribunTravel.

1. Tahan lama

Rendang terbuat dari santan dan berbagai bumbu yang dimasak sangat lama hingga menjadi kering.

Itulah sebabnya rendang bisa bertahan selama beberapa beberapa bulan.

(michaeltoa.blogspot.com)

2. Makanan asli Sumatra Barat

Rendang merupakan makanan khas Sumatra Barat.

Makanan ini menduduki posisi pertama dalam World’s 50 Delicious Food versi CNN internasional.

3. Tak hanya dari daging sapi

Selama ini, orang-orang hanya mengetahui rendang terbuat dari daging sapi.

Namun selain itu, daging ayam, telur, kerang, dan jengkol pun bisa dimasak menjadi rendang.

Seporsi nasi rendang di Rumah Makan Si May dihargai Rp 25.000, termasuk es teh manis.
Seporsi nasi rendang di Rumah Makan Si May dihargai Rp 25.000, termasuk es teh manis. (KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI)

4. Filosofi rendang

Rendang terbuat dari berbagai bahan yang melambangkan sejumlah makna.

Daging sapi yang melambangkan niniak mamak (kepala suku adat).

Kelapa melambangkan cadiak atau pandai (kaum intelektual).

Sementara bumbu-bumbu melambangkan masyarakat suku Minang.

5. Dulunya jadi makanan bangsawan

Dulunya, rendang menjadi makanan yang disantap kaum bangsawan.

Karena memang, rendang merupakan olahan kreatif masyarakat Minang yang dulu disajikan khusus untuk para raja dan bangsawan.

(Gulalives)

6. Dibuat karena kebiasaan

Karena tahan lama, rendang sengaja dibuat untuk dibawa bepergian jauh.

Karena memang kebiasaan masyarakat Minang yang gemar merantau.

Rendang juga sering dibawa oleh para jemaah haji asal Sumatra Barat.

Dahulu perjalanan ke Arab Saudi menghabiskan watu selama berbulan-bulan menaiki kapal laut.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved