Peran JNE Topang UKM di Sulawesi Utara
Wanita Manado Ini Ubah Limbah Ikan Berbau Amis Jadi Barang Mahal
Cahyani pergi ke pasar, dan tanpa malu-malu mulai memunggut sisa-sisa sisik ikan yang berserakkan
Penulis: | Editor: Charles Komaling
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suara Cahyani di ujung telepon terdengar bersemangat. “Alhamdulilah pak, saya baru selesai pameran di Jakarta, dan sekarang dalam perjalanan ke airport karena harus segera menuju Bali. Saya diundang untuk ikut pameran yang digelar bertepatan dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018,” ujarnya ketika dihubungi tribunmanado.co.id, Selasa (8/10/2018).
Wanita ini sudah berulang kali diundang untuk ikut pameran di berbagai daerah di Indonesia. Kali ini ia bersama sekitar 200 UKM dan UMKM seluruh Indonesia diundang mengikuti “Pameran Produk Unggulan UMKM Indonesia” di Denpasar. Kegiatan itu dihadiri sedikitnya 30.000 tamu dari mancanegara.
Cahyani adalah satu dari beberapa ibu rumah tangga di Manado yang berhasil membangun usaha dari nol, secara mandiri. Ibu empat anak ini berhasil menciptakan aneka produk perhiasan dari sisik ikan laut. Padahal selama ini sisik ikan menjadi limbah tak berharga dan berserakkan di pasar Kota Manado
“Awalnya tahun 2011, saya jemput anak saya yang sekolah di SD 11 Sarapung Manado. Saat menunggu anak saya keluar kelas, saya melihat pegawai kantin sekolah membersihkan ikan laut. Saya lihat sisik ikan yang dibuang bentuknya bagus, mengkilat. Kemudian saya ambil beberapa dan saya bawa pulang,“ ujar wanita kelahiran 19 Desember 1964 silam itu.
Sampai di rumah ia cuci bersih lalu dijemur. Iseng-iseng ia ubah sisik ikan kakap itu menjadi anting-anting. Beberapa hari kemudian ia memakai anting-anting itu. Ternyata tanpa disangka-sangka, anting yang ia pakai menarik perhatian kerabat dan teman-teman Cahyani.
“Mereka bilang bagus sekali antingnya. Saya berikan anting itu kepada beberapa teman. Saya juga kaget bercampur senang karena ternyata anting yang saya buat iseng ini bagus. Akhirnya saya putuskan mencoba memproduksi beberapa anting untuk dijual kepada teman-teman saya yang lain,” ujarnya.
Wanita itupun pergi ke pasar, dan tanpa malu-malu mulai memunggut sisa-sisa sisik ikan yang berserakkan di Pasar Bersehati Manado. Ia tak peduli saat sejumlah mata memandang aneh terhadap dirinya.
“Karena melihat saya berdiri, bolak-balik, penjual ikan di pasar sampai bertanya, ibu mau ngapain? Saya jawab, lagi kumpulin sisik ikan disuruh ibu gubernur, saya asal jawab,” ujarnya lalu tertawa.
Ternyata memungut sisik ikan pun tak semudah dibayangkan, kadang Cahyani harus menunggu cukup lama di depan lapak ikan untuk mendapatkan sisik yang ia harapkan,
“Ikan akan dibersihkan dan dibuang sisiknya, jika ada pembeli. Saya bela-belain menunggu demi dapat sisik ikan itu dibuang,” kata wanita itu.
Serius dan Fokus
Sejak anting pertama kali laku dijual seharga Rp 20.000, ada beberapa teman yang lainnya juga memesan. Saat itu Cahyani memutuskan untuk mulai serius menekuni bisnis cindera mata dari limbah ikan ini.
Ia pun memproduksi lebih banyak anting berbagai motif, dan juga menambah kreasi lainnya berupa kalung, gelang, lukisan, hiasan baju dan lainnya. Ia mulai menawarkan melalui media sosial, pesanan mulai datang namun belum banyak.
“Saya akhirnya percaya diri mampu menjual lebih banyak. Saat itu saya fokus dengan mengolah sisik ikan dan mulai lebih intens menawarkan produk melalui media sosial, datang ke toko-toko, menawarkan kepada para wanita yang saya temui,” ujarnya.
Namun ternyata tak semua orang yang ditawarkan merespons baik dan tertarik karyanya. ”Suatu saat saya menemui sekelompok remaja wanita. Saat mengetahui antingnya dari sisik ikan mereka justru merasa merasa jijik dan aneh karena produk saya dari limbah ikan,” ujar Cahyani.
Namun wanita ini tak putus asa. Dibantu anak-anaknya, ia terus memproduksi anting-anting, gelang, kalung dan beberapa jenis perhiasan lainnya. Beberapa model hasil idenya sendiri, karya otodidak. Beberapa lainnya ia pelajari dari internet. Di waktu senggang ia berjalan ke toko-toko kembali menawarkan karyanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/asesoris-sisik-ikan_20181011_162158.jpg)