Kilau Emas Antam Sulit Dibendung
Pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang harga emas batangan produksi PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang harga emas batangan produksi PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Emas Antam semakin kinclong lantaran derasnya permintaan logam mulai ini sebagai aset lindung nilai.
Harga emas Antam pada Senin (8/10) menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp 670.000 per gram. Namun, kemarin, harganya terkoreksi Rp 7.000 menjadi Rp 663.000 per gram.
Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwi Assegaf menyebut, faktor utama yang mendongkrak harga emas Antam adalah pelemahan rupiah. Sepanjang Oktober, memang nilai tukar rupiah terus mencatat rekor terlemah baru. Terakhir, Selasa (9/10) rupiah menyentuh posisi terendahnya sejak Juli 1998 ke Rp 15.238 per dollar AS.
Dengan pelemahan mata uang Garuda ini, investor domestik pun mencari instrumen investasi yang lebih aman dan bisa dijadikan aset safe haven. Selain dollar AS, pilihannya jatuh pada emas batangan.
Tak ayal, harga emas Antam meroket. Padahal di saat yang sama, harga emas global justru melempem. Bahkan sejak awal pekan ini, harga emas sudah meninggalkan level psikologisnya di US$ 1.200 per ons troi.
Senin (8/10), harga emas kontrak pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange, ada di posisi US$ 1.188,6 per ons troi. Untungnya, kemarin, harga si kuning sedikit menguat 0,13% menjadi US$ 1.190.20 per ons troi.
Masih bullish
Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, harga emas Antam juga ditopang tingginya minat konsumen domestik ke logam batangan ini. Deddy mencatat, hingga semester I-2018, produksi emas Antam meningkat mencapai 1.041 kilogram.
Pproduksi meningkat untuk mengimbangi permintaan yang juga naik. Deddy mengamati, di bulan Juni dan Juli 2018, permintaan emas Antam melebihi batas penjualan emas perusahaan per harinya.
Sehingga Antam menutup penjualan emas untuk setiap kategori bobotnya.
"Menurut catatan ANTM penjualannya naik 292% di semester I, jadi kondisi permintaan yang tinggi ini membuat harga emas antam melambung," kata dia.
Alwi pun memprediksi, dengan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve di akhir tahun nanti, harga emas Antam bisa kembali naik. Sebab, sentimen The Fed akan membuat nilai tukar rupiah makin lemah.
"Selama rupiah berada di atas Rp 15.000 kemungkinan harga emas Antam untuk turun agak sulit," ungkap dia.
Alwi meyakini, harga emas Antam bisa menyentuh harga Rp 700.000 per gram di akhir 2018 mendatang.
Yield Turun, Lelang Serap Rp 20 Triliun
Pemerintah menyerap dana maksimal pada lelang surat utang negara (SUN), Selasa (9/10). Mengutip laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, dana yang diserap mencapai Rp 20 triliun, sesuai target indikatif maksimal.
Padahal, penawaran masuk hanya Rp 41,35 triliun, lebih rendah dibanding penawaran pada lelang dua pekan lalu yang sebesar Rp 51,54 triliun.
Dari enam seri yang ditawarkan, seri FR0077 menerima penawaran terbesar, yaitu Rp 10,75 triliun. Dus, pemerintah menyerap dana paling banyak dari seri ini, Rp 7,55 triliun.
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada seri yang akan jatuh tempo 15 Mei 2024 ini mencapai 8,48%.
Sedangkan, penawaran terkecil pada seri FR0075 yaitu hanya Rp 2,68 triliun. Pemerintah hanya menyerap Rp 1,1 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8,97%.
Ariawan, analis Obligasi BNI Sekuritas, menilai, pelaku pasar memanfaatkan momentum. Meski jumlah penawaran masuk turun, yield yang diminta investor juga tidak setinggi lelang sebelumnya. Itu sebabnya, pemerintah bisa menyerap secara maksimal.
Investor asing juga terlihat agresif masuk.
Porsi penawaran dari asing mencapai 23%, lebih besar dibandingkan lelang SUN sebelumnya yang hanya 15%. "Justru saat penawaran masuk menurun, investor asing terlihat lebih agresif," kata Ariawan, Selasa (9/10).
Menurut dia, asing tertarik dengan tawaran yield. Misalnya, seri tenor 10 tahun menawarkan yield di atas 8,5%.
Pada lelang SUN selanjutnya, penawaran masuk diperkirakan tetap besar. Sebab, jelang akhir tahun, pasokan penerbitan surat utang pemerintah akan menipis. Dana asing juga akan makin besar, terlebih jika rupiah stabil.
Rupiah Melemah, AirAsia Akan Sesuaikan Capex
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) tengah menerapkan strategi menghadapi pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan bakar di 2018. Salah satu caranya adalah menyesuaikan belanja modal alias capital expenditure.
Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, bisnis penerbangan kini menghadapi tantangan turunnya kurs rupiah serta kenaikan harga minyak. Dus, CMPP melakukan penyesuaian dari rencana awal. "Sehingga penyerapan capex pun harus mengalami penyesuaian," ujar dia pada KONTAN, Senin (8/10).
Sebelumnya, CMPP berencana mendatangkan tiga pesawat baru ke Indonesia dengan dana sebesar US$ 10 juta hingga US$ 15 juta. "Penambahan tiga pesawat bertipe A320 tersebut tidak dengan cara membeli, melainkan menyewa," jelas Dendy.
Satu pesawat sudah masuk hangar pada Juli 2018. Sedangkan dua pesawat sisanya akan didatangkan pada Desember 2018. Ketiganya akan menggenapi jumlah armada pesawat AirAsia Indonesia menjadi 18 armada.
Bila ditambah dengan enam pesawat lainnya yang sebelumnya sudah dimiliki AirAsia Indonesia X, yang juga merupakan bagian dari unit bisnis CMPP, maka di akhir tahun nanti jumlah pesawat CMPP berjumlah 24 pesawat.
CMPP berharap kehadiran pesawat baru bisa memperluas rute penerbangan. Saat ini CMPP memiliki sembilan rute domestik dan 21 rute internasional.
Satu rute terbaru mereka yakni Medan-Singapura. Selebihnya, manajemen perusahaan ini masih merahasiakan rute-rute baru yang rencananya akan diluncurkan.
Tak itu, perusahaan ini juga berharap tingkat keterisian penumpang pada akhir 2018 dapat meningkat dibandingkan pada akhir tahun 2017 kurang lebih 5%.
Sebagai catatan di akhir 2017, tingkat keterisian penumpang Air Asia sebesar 79% atau turun 4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Di 2019, Dendy menargetkan bisa menambah tiga armada pesawat Airbus A320 serta membuka beberapa rute baru yang saat ini tengah dalam kajian.
Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyebut, penyesuaian capex akan memperbaiki kinerja CMPP. "Apalagi emiten menambah pesawat, biayanya akan bertambah lagi," ungkap dia. (Krisantus de Rosari Binsasi/Danielisa Putriadita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sayap-goreng-berlapis-emas-24-karat_20180917_100325.jpg)