Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Intikeramik Besarkan Bisnis Hotel

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, kemarin, mendapatkan restu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
id.hotels.com
Hotel murah jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, kemarin, mendapatkan restu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menerbitkan saham baru atau rights issue. Kalau tak meleset, aksi korporasi tersebut akan berlangsung pada kuartal keempat tahun ini.

Intikeramik akan menerbitkan sekitar 3,86 miliar unit saham dengan nominal Rp 50 per saham. Dengan harga penawaran Rp 120 per saham, Intikeramik membidik dana sekitar Rp 463,89 miliar dari perhelatan rights issue.

Emiten berkode saham IKAI di Bursa Efek Indonesia ini akan memakai dana hasil penerbitan saham baru untuk mengembangkan bisnis perhotelan.

"Rencananya untuk akuisisi dua perusahaan, yakni PT Saka Mitra Sejati dan PT Hotel Properti International yang nantinya akan difungsikan untuk membangun tiga hotel baru pada tahun depan," ungkap Teuku Johas Raffli, Direktur Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, saat ditemui usai RUPSLB, Rabu (10/10).

Mengintip keterbukaan informasi di BEI pada 6 Agustus 2018 Intikeramik meneken perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) 99% saham Hotel Properti. Nilai transaksi tersebut sekitar Rp 113,85 miliar. Sementara PPJB 70% saham Saka Mitra terjadi pada 23 Agustus 2018 dengan nilai transaksi Rp 68,49 miliar.

Hotel Properti dan Saka Mitra bakal melengkapi tiga perusahaan hotel lain yang sudah lebih dulu diakuisisi pada Januari 2018. Ketiga perusahaan hotel tersebut meliputi PT Realindo Sapta Optima, PT Mahkota Artha Mas dan PT Mahkota Properti Indo Medan. Anak-anak usaha baru itu bakal mengembangkan beberapa hotel di Ubud (Bali) dan Medan (Sumatra Utara).
Ekspansi usaha

Seperti rencana awal, Intikeramik memang bermaksud mendiversifikasi bisnis ke properti. Itu adalah upaya mereka mencari peluang bisnis di tengah kondisi bisnis keramik yang lesu beberapa tahun terakhir. Tak heran jika harapan besar muncul dari bisnis anyar tersebut.

"Kami melihat perkembangan cukup baik dan berpotensi untuk meningkatkan kinerja perseroan ke depannya, meski tidak besar tapi stabil," kata Johas.

Intikeramik pun menargetkan penambahan hotel baru saban tahun. Baik melalui akuisisi hotel yang sudah beroperasi maupun pembangunan hotel sendiri.

Metland Kantongi
Rp 1,65 Triliun

Demi mencapai target tahun ini, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) masih yakin mampu meraih penjualan pemasaran atau marketing sales Rp 350 miliar selama tiga bulan ke depan.

Sepanjang Januari hingga akhir September 2018, pengembang yang biasa disebut Metland ini telah berhasil mencatatkan marketing sales Rp 1,65 triliun. Jumlah itu setara 82,5% dari target tahun ini yang mencapai Rp 2 triliun. "Target Rp 2 triliun tahun ini harus dicapai. Kami masih optimistis untuk target tahun ini," kata Olivia Surodjo, Direktur Keuangan MTLA kepada KONTAN, Rabu (10/10).

Adapun kontribusi paling besar untuk marketing sales hingga kuartal III 2018 berasal dari proyek joint operation (JO) dengan Keppel Land, yakni Perumahan Riviera @Puri di Tangerang. Perusahaan ini menjual hunian dengan harga mulai Rp 2,5 miliar hingga Rp 4,5 miliar per unit.

MTLA juga mengandalkan penjualan dari klaster di proyek lain, seperti di Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber, Metland Transyogi, Metland Tambun, Metland Cibitung dan Metland Cileungsi Jawa Barat.

Merujuk laporan keuangan hingga semester I 2018, MTLA membukukan kenaikan penjualan dan pendapatan usaha 22% menjadi Rp 596,34 miliar ketimbang periode sama tahun 2017 Rp 487,57 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved