Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Begini Perkembangan Penanggulangan Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Menginjak H+14 gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, percepatan pemulihan infrastruktur terus dilakukan.

Editor: Aldi Ponge
USA Today
Bencana alam, gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami yang mengakibatkan Indonesia menangis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menginjak H+14 gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, percepatan pemulihan infrastruktur terus dilakukan.

Meski demikian, hingga saat ini sejumlah kendala masih ditemui mereka yang bertugas di lapangan.

Kendala itu, misalnya, dalam hal penyediaan air bersih.

Baca: Sosok Berpengaruh di Arab Saudi Ini Disebut Perintahkan Operasi Penahanan Jurnalis yang Hilang

Total terdapat 62 sumber air bersih yang tersebar di sejumlah titik. Jumlah tersebut terdiri dari 22 mobil tangki dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 7 mobil tangki PMI, 2 water treatment yang beroperasi di Sigi, 1 water treatment di Donggala, dan 30 hidran minum di titik-titik strategis.

Dua dari tiga sumber air bersih di Kota Palu juga dilaporkan sudah aktif.

Meski demikian, jumlah tersebut ternyata belum mencukupi. Masih ditemukan kelangkaan pasokan air bersih di sejumlah titik.

Baca: Seorang Guru SMAN 87 Diduga Doktrin Anti-Jokowi, Ini Kronologi Pelaporannya

Sementara, dalam hal penyediaan MCK, petugas telah memasang 25 unit MCK portable, 10 unit terpasang di Balaroa dan bandara.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), jumlah fasilitas MCK di lokasi pengungsian masih kurang.

Untuk penyediaan listrik, sejumlah instrumen tercatat telah beroperasi, seperti 7 gardu induk, 1.619 gardu distribusi, 66 unit genset mobile, dan 45 unit penyulang.

"90% persen pelayanan listrik secara total mencapai, pelanggan prioritas telah terlayani, yaitu 15 perkantoran pemerintah dan TNI, Polri, 2 kantor PDAM, 10 bank dan ATM, 11 SPBU, 8 rumah sakit, 18 BTS, 13 titik ekonomi, 16 rumah ibadah, 1 mal, dan 1 swalayan, jaringan listrik ke konsumen dalam pengecekan dan perbaikan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Baca: Klasemen Sementara Perolehan Medali Asian Para Games 2018 Kamis 11 Oktober, Posisi Indonesia?

Meski demikian, pasokan listrik tersebut belum merata. Dilaporkan, pasokan listrik paling banyak masuk di wilayah Sigi.

Selain itu, petugas juga terus melakukan penyaluran bantuan logistik ke korban terdampak bencana.

Tercatat, jumlah logistik di Gudang Halim mencapai 105 ton, Makassar 58 ton, Balikpapan 120 ton, dan di Kota Palu 40 ton.

Untuk pendistribusian, dikerahkan 15 unit helikopter yaitu 3 unit dari BNPB, 6 unit dari TNI, 2 dari Polri, 3 dari PMI, dan 1 unit dari Basarnas

Dalam prosesnya, masih ditemukan kendala distribusi lantaran tersebarnya pos pengungsian di sejumlah titik, terutama di Donggala.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved