FKM2B Desak Kejati Sulut Tetapkan VAP Sebagai Tersangka

Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) menggelar demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (08/10/2018)

Tribunmanado
Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) menggelar demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (08/10/2018) di Jalan 17 Agustus Kecamatan Wanea. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) menggelar demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (08/10/2018) di Jalan 17 Agustus Kecamatan Wanea.

Dalam demonstrasinya, FKM2B meminta agar Kejati Sulut segera menetapkan Bupati Minahasa Utara (Minut) sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan pemecah ombak Desa Likupang.

"Dalam fakta persidangan sudah sangat jelas terlihat bahwa Bupati Minut VAP juga menerima uang sebesar Rp 8,3 miliar. Untuk itu kami minta agar secepatnya Kejati menetapkan VAP sebagai tersangka," ujar Howard H. Marius Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Sulut.

Ia menambahkan bahwa dengan angka yang begitu fantastis tidak adil jika hanya terdakwa Rosa Tindajoh, Steven Solang, dan Robby Moukar yang menanggung kesalahan ini.

"Makanya kami minta Kejati Sulut jangan tutup mata, sudah ada rekaman video, ada pula pengakuan di persidangan. Apalagi yang ditunggu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasiepenkum) Yoni E. Mallaka yang menerima pendemo mengatakan sudah melakukan semua prosedur sesuai SOP.

"Menetapkan seseorang sebagai tersangka itu tidak mudah, butuh bukti yang kuat agar ketika dilimpahkan kami tidak dipraperadilankan. Apa yang kami lakukan saat ini sudah sesuai dengam SOPnya," tegas dia. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved