Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kiai Maruf Terima Ulos dari Pendeta: Disuguhi Rendang dan Ikan Asam Manis

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin beserta Istri Wury Estu Handayani dikalungi ulos Batak tanda doa

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

Jadi kalau jamak, sebutannya adalah 'inang-inang'. Inang-inang ini dengan sabar menunggu KH Ma'ruf Amin yang melakukan Salat Jumat di Masjid Al-Hadhonah, yang letaknya di seberang Onan Balige, pasar terbesar di kota itu.

Selama melaksanakan salat Jumat, setidaknya Kiai Ma'ruf berada di dalam masjid selama lebih dari 70 menit. Sebab setelah ritual ceramah dan salat biasa, dilanjutkan dengan salat gaib khusus untuk mendoakan korban bencana alam di NTB dan Sulawesi Tengah.

Kiai Ma'ruf diminta untuk menyampaikan doa di bagian akhir salat gaib. Setelah selesai melakukan ritual ibadah dan doa, dilanjutkan dengan makan siang bersama jamaah.

Tampak Kiai Ma'ruf mengambil sendiri makanan dan lauknya siang itu. Yakni rendang, ikan asam manis, dan sop daging. Setelah selesai makan bersama, Kiai Ma'ruf lalu keluar mesjid untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Makam Raja Sisingamangaraja. Namun, di luar masjid, masyarakat sudah menunggu Kiai Ma'ruf.

Ada kerinduan dan keinginan bersalaman yang tak tertahan. Masyarakat, mayoritas kaum ibu, berebut untuk bersalaman dengan sang kiai. Para pengawal KH Ma'ruf Amin tampak kewalahan berusaha menjaga agar sang kiai tak terdorong karena kuatnya desakan para inang yang ingin mendekat.

"Aku cium tangannya, aku cium tangannya," kata Inang berbaju merah yang berhasil menyalami Kiai Ma'ruf.

"Aku salam, aku salam," ujar Inang lainnya untuk menunjukkan bahwa dia juga berhasil menyalami sang kiai.
Sesekali teriakan 'ompung' ditujukan kepada Kiai Ma'ruf. Ompung adalah sebutan untuk orang yang dituakan di tanah batak.

Bila ada hubungan genetik, ompung berarti kakek. Namun bila tak ada hubungan genetik, ompung bermakna orang dituakan yang bijak dan harus dihormati.

Kiai Ma'ruf dengan sabar menyalami warga yang antusias itu. Setelah sampai di mobil, Kiai Ma'ruf melambaikan tangan dan rombongannya berangkat ke Makam Sisingamangaraja.

Yakin Menang

KH Ma'ruf Amin juga memastikan mendulang suara besar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Pasangan dari calon Presiden Joko Widodo itu yakin karena di Sumatera Utara (Sumut) banyak dukungan datang dari rakyat.

"Saya harap Sumut ini suara sangat signifikan. Kalau lihat dukungan masyarakat saya punya harapan besar akan memperoleh suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin," tuturnya.

Namun, Ma'ruf sulit menakar berapa persen dukungan yang akan masuk ke kantong suaranya dan Jokowi. "Itu yang sangat sulit, pokoknya besarlah," ucapnya. (Tribun Network/ham/wly)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved