Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Amien Rais Pilih Mangkir saat Dipanggil Sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanan Nasional (PAN), Amien Rais, tidak memenuhi panggilan alias mangkir dari panggilan pihak kepolisian sebagai saksi.

Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNNEWS
Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanan Nasional (PAN), Amien Rais, tidak memenuhi panggilan alias mangkir dari panggilan pihak kepolisian sebagai saksi kasus penyebaran kabar bohong atau hoax Ratna Sarumpaet pada Jumat (5/10/2018).

Dikabarkan Warta Kota, KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, memastikan bahwa mantan Ketua MPR Amien Rais tak memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus tersebut.

Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais usai menjadi khatib jumat di Masjid Raya Batam, Jumat (27/9/2013). Amin rais mengimbau agar tidak memilih calon presiden 2014 hanya berdasarkan popularitas calon presiden saja.
Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais usai menjadi khatib jumat di Masjid Raya Batam, Jumat (27/9/2013). Amin rais mengimbau agar tidak memilih calon presiden 2014 hanya berdasarkan popularitas calon presiden saja. (TRIBUN BATAM /ARGIANTO DA NUGROHO)

"Tidak (hadir)," ucap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10).

Sebelumnya, Amien dijadwalkan diperiksa pukul 11.00 WIB siang, namun hingga pukul 18.50 WIB malam, Amien tak juga terlihat muncul di Mapolda Metro Jaya.

Baca: Ekspresi Inul Daratista dan Dewi Perssik saat Tertidur di Kursi Tunggu Bandara Jadi Sorotan

Argo mengatakan tak mengetahui secara pasti alasan Amien yang mangkir pada pemanggilan pertama.

"Belum ada info," katanya.

Lebih lanjut ia menyebut pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang.

Namun kewenangan tersebut berada pada pihak penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Mengenai kapan itu teknisnya, itu penyidik," ujar Argo.

Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Pada konferensi pers tersebut Ratna mengaku berbohong tentang penganiayaan dirinya melainkan pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta untuk menjalani sedot lemak di pipi.
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Pada konferensi pers tersebut Ratna mengaku berbohong tentang penganiayaan dirinya melainkan pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta untuk menjalani sedot lemak di pipi. (Tribunnews/JEPRIMA)

Sementara itu, juru bicara (jubir) Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, menanggapi mangkirnya Amien Rais.

Menurutnya, hal itu adalah perilaku buruk yang dicontohkan senior kepada para pemuda.

"Kami menilai mangkirnya mantan Ketua Umum PAN, Amien Rais, dari panggilan Polri sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet adalah sebuah contoh buruk dari seorang senior kepada kami pemuda dalam upaya penegakan hukum," ujar Dedek, dalam keterangannya, Sabtu (6/10/2018), dikutip dari Tribunnews.com.

Ia mengatakan politik di Indonesia harus mengedepankan kejujuran dalam berpolitik.

Baca: 5 Fakta Diskotek Pertama di Jakarta Yang Didirikan Mantan Suami Ratna Sarumpaet

Politisi muda ini juga menyatakan bahwa membenarkan dan bahkan menyebarkan kebohongan, kebencian, fitnah, itu akan langsung berdampak pada perilaku masyarakat.

Baginya, setiap politisi harus mendukung proses hukum yang berjalan, bukan malah mempersulitnya.

Dedek Prayudi
Dedek Prayudi (Instagram)

Dedek mengungkapkan proses hukum Ratna Sarumpaet harus dibuka seterang-terangnya kepada masyarakat supaya menjadi pelajaran bagi pendewasaan masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved