Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Siswa SMA di Pekanbaru Dibunuh dan Dibakar, Polisi Cari Sisa Kerangkanya

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau mengungkap kasus temuan kerangka manusia

Editor: Aldi Ponge
Kompas.com/Idon Tanjung
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan jajaran Dit Reskrimum memperlihatkan barang bukti dan pelaku MA alias MS yang membunuh seorang siswa SMA secara sadis di Pekanbaru, Riau, Rabu (3/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau mengungkap kasus temuan kerangka manusia di sebuah kebun sawit di Jalan Sidorukun, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru Riau, Senin (1/10/2018) kemarin.

Dalam kasus ini, korban dibunuh lalu dibakar.

"Kami masih mencari sisa kerangka korban yang dibunuh dan dibakar," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada Kompas.com, Kamis (4/10/2018).

Dia mengatakan, korban bernama Rizki Aprianto, salah seorang siswa SMA di Pekanbaru. Pelaku yang membunuhnya Ma alias Ms.

Baca: Diduga Akibat Overdosis Obat, Bayi Usia 29 Bulan Kritis

"Pelaku ditangkap Senin (1/10/2018) malam di wilayah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polresta Pekanbaru dan Dit Reskrimum Polda Riau," kata Sunarto.

Dari penangkapan itu, tambah dia, barang bukti diamankan berupa satu unit ponsel yang sempat dijual pelaku Rp 500 ribu dan satu sepeda motor yang sudah dipreteli.

Bahkan, sebagian onderdil sepeda motor dikubur tidak jauh dari lokasi temuan kerangka korban.

"Pelaku terpaksa kami berikan tindakan tegas dan terukur (tembakan) mengenai kaki sebelah kanan karena melakukan perlawanan saat penangkapan," sambung Sunarto.

Baca: Pemerintah Nepal Blokir 24.000 Situs Porno untuk Tekan Angka Perkosaan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hadi Purwanto menjelaskan, kasus ini diungkap berawal dari nomor telepon korban yang berhasil dilacak petugas.

"Nomor ponsel korban dipakai oleh adik pelaku setelah pelaku merampas ponsel korban saat beraksi," kata Hadi.

Dia menuturkan, motif pelaku dalam aksi sadis tersebut ingin menguasai barang-barang milik korban. Namun, korban melawan hingga terjadi pembunuhan.

"Kasusnya terjadi pada 10 September 2018 lalu. Pengakuan pelaku, korban dipukuli hingga tewas dan jasadnya dibakar menggunakan pelepah sawit," kata Hadi.

Sebelumnya, polisi juga sudah menerima laporan bahwa korban sudah dua hari tidak pulang ke rumah sebelum ditemukan jadi tulang belulang.

"Sebelum kejadian itu, korban minta izin pulang kepada gurunya, karena merasa tidak enak badan," ujar Hadi.

Sesampainya di Jalan Sidorukun, korban dipanggil oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya. Kemudian, korban diajak ke sebuah pondok di areal kebun sawit.

Baca: Hasil Penelitian: Lebih dari 250 Orang Tewas Akibat Foto Selfie dalam 6 Tahun Terakhir

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved