Gempa Sulawesi Tengah
Kisah Pilu Seorang Anak Korban Gempa Palu yang Selamat dengan Kondisi Memeluk Jasad Sang Ibu
Gadis muda ini menjadi salah satu korban gempa dan tsunami yang berhasil diselamatkan, kondisi saat ditemukan buat netizen banjir air mata.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gadis muda ini menjadi salah satu korban gempa dan tsunami yang berhasil diselamatkan, kondisi saat ditemukan buat netizen banjir air mata.
Kisah pilu dari korban selamat gempa dan tsunami Palu kembali bertambah.
Baca: Penuh Blink-blink, Inilah 4 Aksesoris Tangan Milik Luna Maya dengan Harga di Atas Rp 100 Juta
Kali ini berasal dari gadis muda yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Meski dirinya telah tertimbun reruntuhan gempa, gadis ini ditemukan selamat.
Menurut penuturan Tim SAR, gadis ini rupanya mengalami kejadian pilu sebelum berhasil ditemukan dan diefakuasi.
Gadis yang bernama Nurul Istikharah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan rumahnya di Komplek Perumnas Balaroa.
Menurut pihak BNPB, proses evakuasi yang dibantu warga berjalan dramatis karena kami harus hati-hati mengeluarkannya.
Tim SAR menyebut, saat ditemukan di bawah reruntuhan rumahnya, korban berpelukan dengan jasad sang ibu yang meninggal.

Sang ibunda meninggal karena tertimbun bangunan setelah berhari hari bencana gempa bumi dan tsunami.
"Saat ditemukan di reruntuhan rumahnya, kondisi korban cukup payah karena berhari hari tertimbun sehingga proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar korban bisa diselamatkan," ungkapnya.
Menurut dia, usai dievakuasi dari reruntuhan rumahnya, korban yang kondisinya cukup kritis dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Kota Palu untuk mendapatkan perawatan atas luka-luka dan psikologisnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang Palu.
Sejumlah bangunan roboh dan ratusan korban jiwa akibat bangunan runtuh.
Belum lagi korban yang masih dinyatakan hilang karena tertimba bangunan ataupun terseret tsunami.
Baca: Bintangi Film Horor, Citra Kirana Mengaku Sempat Dengar Suara Tangisan
Gempa juga disusul oleh gelombang tsunami.
Saat ini Hari Rabu 3 Oktober terhitung sudah 1.407 jiwa meninggal dunia.
(Tribunstyle.com/Tisa)