Ketika Arkeolog Temukan Tutankhamon, Dewa Emas yang Dielu-elukan di Seluruh Dunia, Ini Kisahnya
Dimana harta kekayaan Tutankhamon dipamerkan, orang membanjir untuk menontonnya, biar pun ada juga yang takut akan terbawa sial.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dimana harta kekayaan Tutankhamon dipamerkan, orang membanjir untuk menontonnya, biar pun ada juga yang takut akan terbawa sial.
Namun kenyataannya orang yang ingin melihat harta peninggalan firaunyang pernah memerintah lebih dari 3200 tahun yang lalu itu lebih banyak. Mungkin justru sekarang sejarah penemuannya ini lebih menarik.
Walaupun masih pagi sekali hari sudah terang di gurun pasir "Lembah Raja-raja". Howard Carter pergi sendiri ke tempat itu. Setengah jam sebelumnya buruh Mesir sudah mulai bekerja. Ketika itu tanggal 4 Nopember 1922. Usaha berikutnya untuk mencari makam firaun Tutankhamon tidak akan ada lagi.
Kesempatan terakhir ini pun sudah suatu hadiah. Soalnya Lord Carnarvon, seorang Inggeris juga seperti Carter, yang selama 30 tahun membiayai pencarian itu akan mengundurkan diri. Selama itu ia sudah mengeluarkan banyak uang.
Hanya desakan Carter yang sedang kebingunganlah berhasil membujuk Carnarvon untuk memberinya kesempatan terakhir. Rupanya Lord ini juga tidak memberi harapan terlalu banyak.
Buktinya ia tidak ikut ke Mesir untuk mengamati pekerjaan itu sendiri seperti biasanya. Ia tetap di Inggeris.
Baca: Mom, Begini Cara Turunkan Panas pada Anak Usia di Bawah 1 Tahun
Carter mengulurkan lehernya. Dari tempat orang-orang menggali sejak pagi buta tidak terdengar suara.Ada apa? Carter menghentakkan kakinya ke sanggurdi.
Ketika ia turun dari pelana kudanya, ia melihat orang tidak bekerja. Sambil berpegang pada pacul dan linggis para pekerja mengelilingi mandor Ahmed Gurgar. Semua memandang Carter dengan penuh perhatian.
"Ada apa," tanya Carter. "Mengapa kalian tidak bekerja." Namun sebelum Ahmed bisa menjawab dalam bahasa Inggerisnya yang terputus-putus Carter sudah melihat sendiri. Ia menahan nafasnya.
Hati Carter berdebar-debar
Enampuluh cm di bawah gubuk yang 3000 tahun yang lalu digunakan oleh para buruh makam Mesir untuk berteduh, para pekerja telah menemukan tangga. Gubuk tersebut telah ditemukan Carter beberapa waktu sebelumnya.
Tangga itu dibuat dalam batu-batuan kapur. Mungkin di bawah tangga itu masih ada tangga lain yang menuju ke tempat rahasia jauh di dalam.
Sepanjang hari Carter memerintahkan untuk menggali terus. Mereka tidak beristirahat biarpun matahari menyengat. Enambelas anak tangga berhasil digali sebelum mereka mencapai pintu yang tertutup.
Carter menemukan sebuah cap sebagai hiasan. Gambarnya seekor binatang jakal yang berbaring di atas sembilan narapidana yang sedang berlutut.
Sekali lagi jantung Carter berdetak lebih keras. Ini meterai terkenal seorang pendeta tinggi yang lebih dari 1000 tahun sebelum Masehi mengurus pemakaman di "Lembah Raja-raja" ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tutankhamon_20181004_100559.jpg)