Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekonom BCA: Pelemahan Rupiah Berdampak ke Impor

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan pelemahan rupiah bisa mempengaruhi bisnis impor terutama

Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Ilustrasi aktivitas di Bank Mayapada 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan pelemahan rupiah bisa mempengaruhi bisnis impor terutama barang konsumsi. Pengaruh pelemahan rupiah ke impor barang konsumsi ini diperkirakan terjadi dalam jangka pendek yaitu antara satu bulan sampai tiga bulan.

Beberapa bisnis konsumsi impor yang diproyeksi akan terkena pelemahan rupiah diantaranya adalah barang elektronik, handphone, peralatan rumah tangga dan properti.

David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengatakan efek pelemahan rupiah ke bisnis impor barang konsumsi ebih cepat dibandingkan dengan efek ke bisnis impor bahan baku.

“Efek pelemahan rupiah ke bisnis bahan baku impor biasanya memakan watu tiga bulan sampai enam bulan,” kata David kepada kontan.co.id, Kamis (4/10).

Efek pelemahan rupiah ini berpotensi menurunkan bisnis impor barang konsumsi dalam jangka pendek. Namun memang penurunan bisnis ini tidak terlalu signifikan karena pelemahan rupiah juga diproyeksi masih bisa dikendalikan industri.

Selain itu, porsi impor barang konsumsi dibandingkan total impor juga masih kecil yaitu 8%. Hal ini karena mayoritas porsi impor masih disumbang oleh bahan baku yaitu 70%-75%.

Seiring turunnya bisnis ini diproyeksi kredit yang disalurkan perbankan ke bisnis impor akan melandai. Selain itu risiko kredit atau NPL juga diproyeksi akan sedikit naik.

Rupiah
Rupiah (kontan)

Bank Mayapada: Nasabah Kami sebagian Besar Sudah Hedging Natural

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini Kamis (4/10) melanjutkan pelemahan. Meski begitu, Bank Mayapada Internasional Tbk mengakui nasabah sudah melakukan antisipasi.

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot terkoreksi 0,69% ke level Rp 15.179 per dollar AS. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga merosot 0,29% ke level Rp 15.133 per dollar AS.

Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur PT Bank Mayapada Internasional Tbk mengatakan, nasabah Mayapada sudah mengantisipasi pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

“Nasabah kami sebagian besar sudah naturally hedging atau memiliki pendapatan yang sama dalam bentuk valas,” kata Haryono kepada kontan.co.id, Kamis (4/10).

Selain itu, Maybank Indonesia mengatakan bahwa posisi devisa neto bank selalu imbang antara aktiva dan pasiva. 

Terkait dengan antisipasi risiko pelemahan nilai tukar, Maybank Indonesia akan tetap berhati-hati dalam memberikan kredit ke bank baik rupiah maupun valas apalagi dengan kondisi rupiah seperti saat ini.

Terkait efek pelemahan rupiah ke debitur impor, Haryono bilang ini tergantung komoditas dan volume usaha.

Pergerakan IHSG
Pergerakan IHSG (kontan)
Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved