Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Asing Makin Aktif Berbelanja Blue Chip: Manfaatkan Koreksi Pasar

Pemodal asing makin aktif memborong saham-saham blue chip. Mereka memanfaatkan gelombang penurunan harga saham

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
IHSG Menguat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemodal asing makin aktif memborong saham-saham blue chip. Mereka memanfaatkan gelombang penurunan harga saham untuk menjaring saham blue chip yang berharga murah.

Dalam sebulan terakhir hingga 2 Oktober 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,37%.Data RTI menunjukkan, pada periode yang sama, asing antara lain memborong saham Bank Central Asia (BBCA), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bukit Asam (PTBA), Charoen Pokhpand (CPIN), dan Unilever Indonesia (UNVR) (lihat tabel).

Sentimen ini turut mengerek harga saham TLKM dan PTBA yang masing-masing naik 3,72% dan 11,95% dalam sebulan. Namun, sentimen itu tak berlaku pada harga BBCA dan CPIN yang masih minus.

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menilai, harga BBCA dan CPIN turun akibat sentimen pelemahan rupiah. Secara umum, dia melanjutkan, momentum koreksi harga ini justru dimanfaatkan investor asing untuk membeli saham-saham itu. "Terutama pada saham big cap yang sudah turun signifikan, seperti BBCA," papar Nafan, Selasa (2/10).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, memasuki akhir tahun, investor asing cenderung berburu saham kapitalisasi besar, karena masuk masa window dressing. Aktivitas seperti ini ditempuh di akhir tahun untuk mempercantik tampilan portofolio atau performa laporan keuangan perusahaan.

Pertimbangan likuiditas

Hingga tutup tahun ini, Wawan memperkirakan, dana asing masih masuk pasar saham domestik, terutama ke saham big caps. Terlebih jika performa rupiah lebih stabil dan The Federal Reserves tidak agresif mengerek bunga acuan. "Asing mengejar big caps karena likuiditas. Mereka ingin mudah untuk masuk dan keluar di satu saham," ujar Wawan.

Sementara, Nafan menyebut, selain alasan likuiditas, kecenderungan asing memilih saham big caps lebih karena pertimbangan fundamental emiten. Menurut dia, masih banyak momentum yang bisa mendorong dana asing masuk hingga akhir tahun ini.

Di antaranya, emiten akan merilis laporan keuangan kuartal III. Selain itu, ada pertemuan tahunan IMF-World Bank yang digelar di Bali pada Oktober ini. Momentum ini diperkirakan bakal mampu meningkatkan kepercayaan asing untuk masuk kembali ke pasar domestik.

Nah, tren net buy pemodal asing bisa dijadikan pertimbangan bagi investor domestik untuk ikut mengoleksi saham-saham yang menjadi incaran asing.

Nafan merekomendasikan beli BBCA, ICBP, GGRM dan TLKM. Dia memasang target harga hingga akhir tahun masing-masing di Rp 25.700, Rp 9.100, Rp 81.275 dan Rp 3.890 per saham.

Kemarin, BBCA berakhir di posisi Rp 23.950, ICBP naik 1,42% menjadi Rp 8.950, GGRM naik 1,09% menjadi Rp 74.300, sementara TLKM turun 1,36% menjadi Rp 3.620 per saham.

Saham Paling Diburu Investor Asing
(31 Agt-2 Okt 2018)

Saham
Net Buy Asing (Rp/miliar)
Return (%)

BBCA
600,71
-3,33

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved