Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Pramugari Garuda Indonesia soal Ngerinya Gempa dan Tsunami Palu

Tria Aditia Utari, seorang pramugari maskapai Garuda Indonesia tak henti mengucapkan sukur lantaran menjadi salah satu

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
tribunStyle.com/Instagram Tria Aditia Utari
Tria Aditia Utari mengisahkan bagaimana dirinya berusaha menyelamatkan diri saat gempa dan tsunami menerjang Palu. 

Di tengah datangnya ombak, Tria tak henti melafalkan takbir.

(Grid.id)

"Allahuakbar! Allahuakbar! Aku cuma bisa nangis, panggil mama, istighfar, aku nggak bisa apa-apa," imbuhnya.

Tsunami sempat terhenti.

Tria pun menunggu kedatangan tim SAR.

Namun, tak lama tsunami besar datang kembali.

"Ayo cepat naik ke atas, tsunami besar datang lagi!," Tria mendengar suara Pak Dian dan staf hotel memperingatkannya.

Beruntung, Tria selamat dan bertemu dengan teman-temannya.

Keesokan harinya, Tria mengabadikan banyak momen yang ditemuinya pasca gempa dan tsunami.

Mulai dari perjalanannya di Bandara Mutiara Palu, tidur di depan masjid Agung, hingga menumpangi pesawat Hercules bersama 220 pengungsi di Palu.

Hingga Senin (1/10/2018) sekitar 1.203 korban dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Sementara itu, sekitar 16.732 jiwa lainnya saat ini mengungsi di tenda-tenda yang disediakan di 24 titik di Palu dan Donggala.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Pramugari Garuda Indonesia Ceritakan Ngerinya Gempa dan Tsunami Terjang Palu, 'Cuma Bisa Istighfar', http://style.tribunnews.com/2018/10/02/pramugari-garuda-indonesia-ceritakan-ngerinya-gempa-dan-tsunami-terjang-palu-cuma-bisa-istighfar?page=all.
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Yohanes Endra Kristianto

 
Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved