Klarifikasi BPBD dan Penanggungjawab Posko Soal Bantuan Bencana

BPBD Bolmong mengklarifikasi terkait viralnya bantuan bencana yang tidak disalurkan, bahwa kejadian tersebut murni dilakukan oleh oknum warga

Klarifikasi BPBD dan Penanggungjawab Posko Soal Bantuan Bencana
Ist
BPBD Bolmong mengklarifikasi terkait viralnya bantuan bencana yang tidak disalurkan, bahwa kejadian tersebut murni dilakukan oleh oknum warga 

Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

LOLAK, TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait viralnya penemuan sejumlah pakaian bantuan bagi korban bencana alam di Palu dan Donggala di Desa Solimandungan Kecamatan Bolaang, Minggu (30/9) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut murni dilakukan oleh oknum warga.

Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga melalui Kepala Seksi penganggulangan darurat Abdul Muin Paputungan berkata, bantuan yang ditemukan oleh warga tersebut disalah artikan karena pakaian bekas dan dus-dus yang ditemukan sudah dipilah-pilah mana layak pakai dan tidak layak.

Adapun Bantuan yang diterima Posko Peduli Bencana Gempa dan Tsunami BPBD Kabupaten Bolmong semuanya tercatat secara terperinci. Selain itu, didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dalam mengemban amanah Pemerintah dan masyarakat Bolmong untuk meneruskan bantuan tersebut kepada korban terdampak bencana gempa bumi dan tsunami Palu - Donggala.

Bantuan tersebut nantinya akan dibawa langsung oleh Satuan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bolmong yang diperbantukan dalam upaya pencarian dan evakuasi korban di Palu - Donggala.

Terpisah, Penanggungjawab Posko Farida Mooduto menjelaskan kronologis penemuan pakaian bekas tak layak pakai tersebut.

Pasca kejadian gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, masyarakat Kelurahan Inobonto dengan ikhlas membantu dengan mengumpulkan pakaian bekas layak pakai dan apa saja yang bisa diberikan untuk membantu para korban.

Penemuan pakaian bekas oleh masyarakat di Solimandungan memang benar terjadi. Tapi, pakaian bekas tersebut sudah tidak layak pakai karena telah terlebih dahulu disortir atau dipilah-pilah.

Ia menyampaikan, awalnya pakaian bekas tidak layak pakai tersebut akan dibakar, namun kondisi angin malam itu kencang sehingga tidak jadi dibakar.

Akhirnya ada warga menyanggupi membawah pakaian bekas tersebut untuk dibuang. Ternyata oknum warga tersebut hanya menaruh bantuan tidak layak pakai itu di pertigaan jalan dengan dalil karena sudah malam, nantinya akan dibuang ke kebun besok hari.

Tapi, masyarakat sekitar terlebih dahulu menemukan dan mulai mengunggah di media sosial sampai viral.

Berikut bantuan dari Masyarakat Inobonto kepada korban terdampak bencana alam di Palu dan Donggala.

102 karung pakaian layak pakai,
16 kardus besar layak pakai,
Super mi 84 dus,
90 karton air mineral,
60 gantung biskuit,
2 karung beras,
2 gelon minyak kelapa,
100 lembar pakaian dalam wanita,
6 Alquran,
6 dus minuman Coco drink,
5 lusin makanan bayi,
4 lusin susu bayi,
1 kartun dan 36 pack pempers bayi.

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved