Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kredit Deras, Rasio NPL Meningka: Agustus 2018 tercatat 2,74%

Kinerja perbankan tahun ini hingga Agustus memang menunjukan performa yang bagus. Namun perbankan tetap kudu berhati-hati.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
Logo OJK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja perbankan tahun ini hingga Agustus memang menunjukan performa yang bagus. Namun perbankan tetap kudu berhati-hati. Karena data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan masih ada potensi kenaikan kredit bermasalah di perbankan.

OJK mencatat rasio kredir bermasakah alias non performing loan (NPL) di bulan Agustus 2018 ini masih naik dibandingkan bulan sebelumnya.

Per Agustus 2018 NPL berada di level 2,74%. Jumlah tersebut masih naik tipis dari posisi di bulan Juli 2018 yang ada di level 2,73%. Namun, bila dibandingkan posisi pada periode bulan Agustus 2017 yang menembus 3,04%, rasio NPL bank saat ini terbilang rendah.

Sementara penyaluran kredit perbankan memang masih terbilang cukup deras. Hal ini tercermin dari pertumbuhan realisasi kredit perbankan per Agustus 2018 yang mencapai 12,12% secara year on year (yoy).

Posisi ini praktis meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 11,34% yoy.

Sementara dari sisi penghimpunan dana, rata-rata industri perbankan mencatatkan pertumbuhan dana pihak pihak ketiga (DPK) lebih rendah dibandingkan kredit alias hanya tumbuh 6,88% yoy.

Bank Indonesia
Bank Indonesia (kontan)

Tahun yang berat ini dialami Bank Sumatra Utara (Sumut). Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar pun mengakui, tak hanya secara tahunan.

Per Agustus 2018 lalu, kinerja baik kredit, DPK dan NPL Bank Sumut mengalami penurunan kualitas dibandingkan posisi Juni 2018.

NPL Bank Sumut per Agustus 2018 berada di posisi 4,82%. Jumlah ini terbilang lebih tinggi dari posisi pada bulan Juni 2018 yakni 4,26%. "Kami yakin NPL masih dapat dipertahankan di bawah 5% sampai akhir tahun," ungkapnya.

Tetap optimistis

Catatan OJK ini tak membuat para bankir pesimistis. Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo yakin, bisa melampaui target pada kuartal III 2018. Terutama dari sisi kredit.

"Pertumbuhan kredit sesuai proyeksi. Kemarin target 12%-14%. Saya kira itu sudah terlampaui," katanya.

Sementara Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan juga mengatakan, pertumbuhan kredit sampai akhir tahun masih bakal sesuai target. Bank Mandiri sebelumnya mengatakan kredit dipatok naik di level 11% sampai 13% pada akhir tahun 2018 ini.

Dari sisi likuiditas, Bank Mandiri masih sangat memadai memenuhi permintaan kredit yang akan datang. "Pertumbuhan bagus, baik secara year on year, year to date ataupun month to month bagus semua. Kredit tumbuh dobel digit," katanya.

Sayang, Panji enggan menyebutkan besaran pertumbuhan maupun realisasi kredit perseroan ini. Lantaran masih menunggu laporan keuangan selesai di audit. (Marshall Sautlan)

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved