Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Permintaan Kamar Sentuh 200 Persen

Lion Hotel Manado masih menjadi andalan para pelancong dari negeri tirai bambu China, untuk beristirahat

GM Lion Hotel Daniel Buntoro Thendean 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lion Hotel Manado masih menjadi andalan para pelancong dari negeri tirai bambu China, untuk beristirahat selepas melakukan perjalanan panjang menginjungi tempat budaya dan wisata di Provinsi Sulawesi Utara (‎Sulut).

Menurut General Manager (GM) Lion Hotel Manado Daniel Buntoro Thendean, kondisi itu membuat okupansi naik.

Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) permintaan kamar naik hingga 200 persen.

"Per bulannya hampir 80 persen permintaan kamar, kalau di low season mencapai 76 persen saja," tutur Daniel.

Melihat itu, Daniel berpendapat potensi bisnis jasa perhotelan‎ di Kota Manado akan laris manis dengan banyak permintaan kamar, baik dari pelancong mancanegara ataupun untuk kegiatan-kegiatan daerah dan nasional.

Dijelaskannya arus turis asing asal Tiongkok mulai berjubel masuk ke Manado serta daerah disekitar mulai tahun 2016. Kepadatannya terus menerus berlangsung hingga tahun 2018, dimana management hotel mencatat setiap hari 30 40 persen turis datang di wilayah Lion Hotel.

"Termasuk jendela Indonesia dan kawasan Lion Hotel lainnya," tambahnya.

Dengan mulai berkembangnya tamu hotel dari luar negeri, pihak hotel terus berinovasi dengan berbagai program uyang bertujuan untuk membangun daerah lewat hadirnya para tamu asing inap di hotel.

Adapun untuk jumlah tamu yang menginap di Lion Hotel masih sedikit ketimbang hotel lain, karena pihak tidak enak mengakomodir sendiri untuk wisatawan asing dari Tiongkok.

"Nanti akan muncul perkataan mentang-mentang naik maskapai penerbangan lain, menginapnya juga mesti di Lion Hotel," kata dia.

Ditengah maraknya pengunjung hotel yang datang dari Cina, Lion Hotel tidak melupatan atau bahkan meninggalkan peningkatan mutu hotel dengan melakukan peremajaan outlet hotel, penambahan tipe kamar dan peremajaan.

"Yang untuk sektor jasa perhotelan umum setiap lima tahun sudah harus melakukan peremajaan. Sementara kamar kami ada yang sudah masuk usia keenam tahun," tuturnya.

Untuk program pemerintah pihaknya terus terbuka dan suport dengan cara memberikan harga yang baik untuk ratenya, kemudian akan bantu apa yang diminta dan yang dibutuhkan.

Menurut Daniel saat ini perlu dukungan pemerintah, dinas pariwisata kota/kabupaten untuk galakkan program dan standarisasi pelayanan, karena notabennya turis tiongkok tinggi standartnya.

"Contoh di Denpasar belum imbangi dengan apa yang turis mau. Harus didorong pemerintah dan stekholder untuk tingkatkan mutu SDM yang ada disini, seperti contoh penguasaan bahasa asing," tandasnya .(crz)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved