Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prediksi Rupiah Terdesak Perang Dagang

Perang dagang yang kembali bergejolak membuat rupiah tak berdaya. Kemarin, kurs spot rupiah turun 0,33% ke level Rp 14.866 per dollar

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perang dagang yang kembali bergejolak membuat rupiah tak berdaya. Kemarin, kurs spot rupiah turun 0,33% ke level Rp 14.866 per dollar Amerika Serikat. Sejalan, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terkoreksi 0,28% jadi Rp 14.865 per dollar AS.

Berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membuat nilai tukar dollar AS melambung. Mungkin Anda sudah tahu, pemerintah AS menerapkan tarif bea masuk 10% untuk produk asal China, yang nilai impornya mencapai US$ 200 miliar.

Namun, Negeri Tirai Bambu tak tinggal diam. Pemerintah China langsung membalas tindakan AS tersebut dengan mengenakan bea masuk untuk barang asal AS, yang nilai impornya mencapai US$ 60 miliar.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan, hal tersebut membuat banyak investor akhirnya memilih melepas rupiah.

"Apalagi pasar keuangan utama Asia, seperti China, Korea Selatan dan Jepang, sedang libur," kata dia, kemarin.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, ketidakpastian Brexit turut menekan mata uang emerging market. Pelaku pasar memilih mengalihkan investasinya ke instrumen yang tidak terlalu berisiko.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan rapat dewan gubernur (RDG) BI. Josia masih meyakini mata uang Garuda akan melemah hari ini dan bergerak di rentang Rp 14.800-
Rp 14.900 per dollar AS. Sedangkan Andri menghitung, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.870-14.890 per dollar AS.

Rupiah
Rupiah (kontan)

INDEKS SAHAM
Nama Indeks %

KOMPAS100 1,195.64 -1.57

IHSG 5,882.22 -1.27

DOW JONES* 26,743.50 0.32

SSEC (Shanghai)* 2,797.49 2.50

NIKKEI 225 23,869.33 0.82

FTSE STRAITS TIMES 3,219.16 0.05

HANG SENG 27,499.39 -1.62

KOSPI* 2,339.17 0.68

Sumber: Bloomberg, BEI per 24/09/2018
Catatan: * per 21/09/2018

KURS RUPIAH
Mata Uang Kurs ^% Kemarin Jual Beli

USD 14,865.00 -0.28 14,824.00 12274 105.01 12841.39 14,939.00 14,791.00

SGD 10,881.35 -0.15 10,865.25 119.81 10,936.31 10,826.38

JPY 132.02 -0.27 131.67 107.3884 132.69 131.36

EUR 17,450.04 0.07 17,462.69 14638 17,538.39 17,361.68

GBP 19,444.17 1.14 19,667.75 2837.13 19,541.71 19,346.63

MYR 3,594.94 -0.13 3,590.23 3,614.57 3,575.30

Sumber: Kurs Tengah BI (24/09/2018)

Proyeksi IHSG
Masih Terimbas Rupiah

Pasar saham domestik gagal mempertahankan lajunya. Senin (24/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 1,26% ke 5.882,22. Meski begitu, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 587,3 miliar.

Analis Lotus Andalan Sekuritas Krishna Setiawan menilai, investor mengantisipasi pertemuan The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 2,25%.

"Sehingga, Bank Indonesia kemungkinan merespons dengan menaikkan suku bunga juga menjadi 5,75%. Hal ini menekan pasar," ujar Krishna, kemarin.

Pasar saham juga masih terseret perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Kabarnya, Tiongkok akan menarik diri dari rencana perundingan solusi perang dagang.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, menyebut, dari sisi teknikal, indeks terkoreksi setelah reli tiga hari beruntun di pekan lalu. Kurs rupiah juga terdepresiasi, sehingga berimbas negatif terhadap pasar saham.

Prediksi Alfred, Selasa (25/9), IHSG masih terkoreksi menuju support 5.840 dan resistance 5.931. Rupiah yang belum stabil akan membebani IHSG. Prediksi Krishna, IHSG akan melemah di rentang 5.850-5.898.

Pantau saham di BEI
Pantau saham di BEI (kontan)

ADHI Mengawinkan Anak Usaha

PT Adhi Karya Tbk menjalankan sinergi bisnis antara PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Commuter Properti. Dua anak usaha tersebut akan membangun proyek hunian bertingkat senilai Rp 1,2 triliun dalam skema kerjasama operasi (KSO).

Adhi Persada dan Adhi Commuter akan membangun apartemen bertajuk LRT City Green Evenue di Bekasi Timur, Jawa Barat. Porsi investasi kedua perusahaan sama besar.

"Investasinya dari setoran modal masing-masing Adhi Commuter dan Adhi Persada, serta hasil penjualan nanti," kata Amrozi Hamidi, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti di Jakarta, Senin (24/9).

Menurut rancang bangun, Green Avenue bakal menggunakan area landbank atau tabungan lahan Adhi Commuter seluas 1,96 ha. Lokasinya berada di sisi stasiun LRT Jatimulya. Bakal ada sekitar 2.668 unit apartemen dalam tiga menara.

Adhi Persada dan Adhi Commuter akan memulai debut proyek dari menara pertama berkapasitas 667 unit. Ada tiga tipe unit yang meliputi studio seluas 24 meter persegi (m²), tipe 1BR berukuran 36 m² dan tipe 2BR berukuran 48 m². Konstruksi akan berjalan mulai Desember 2018.

Rentang harga jual unit apartemen Green Evenue sebesar Rp 13,6 juta per m². Adhi Persada dan Adhi Commuter menargetkan seluruh unit menara pertama terjual habis pada tahun ini juga.

Selanjutnya, jadwal pembangunan menara kedua dan ketiga menyusul kemudian. Target konstruksi menara kedua tahun 2019 sedangkan menara ketiga tahun 2021.

Adhi Persada dan Adhi Commuter yakin kongsi bisnisnya itu tak akan sia-sia. Menurut mereka, potensi bisnis properti di di wilayah Timur Jakarta menjanjikan.

Penopangnya adalah sejumlah proyek infrastruktur transportasi massal seperti LRT Jabodebek, Jalan Tol Becakayu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Lagipula, Adhi Persada dan Adhi Commuter tak akan tinggal diam menunggu pembeli. "Dengan pemasaran dilakukan oleh tim Adhi Persada dan juga tim Adhi Commuter akan mempercepat penjualan sehingga pembangunannya cepat juga," tutur Pulung

Prahasto, Direktur Teknik dan pengembangan PT Adhi Persada Properti, dalam kesempatan yang sama.

Marketing sales

Perlu diketahui, Green Avenue menjadi tonggak awal kerjasama antara Adhi Persada dan Adhi Commuter. Proyek itu juga merupakan pengembangan tahap II dari proyek LRT City Eastern Green yang sudah dibangun oleh Adhi Commuter.

Green Evenue dan Eastern Green merupakan bagian dari proyek transit oriented development (TOD) besutan Adhi Commuter.

Total luas area pengembangan proyek TOD mencapai 15 hektare (ha). Bakal ada Depo LRT Jabodebek pula di dalamnya.
Sambil mengawal proyek KSO, baik Adhi Persada maupun Adhi Commuter melanjutkan proyek lain.

Adhi Commuter misalnya, pada kuartal IV 2018 berencana merilis tiga proyek TOD lagi yaitu Cisauk Point, Oase Park di Ciputat dan LRT City Cikokol di Jakarta Timur.

Proyek Cisauk Point melibatkan PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik lahan. Untuk tahap awal, Adhi Commuter akan membangun satu menara berisi 800 unit apartemen.

Proyek Oase Park melibatkan pemilik lahan yakni Perum PPD. Hanya LRT City Cikokol yang memanfaatkan lahan sendiri.

Amrozi yakin, tahun ini Adhi Commuter mampu mencatatkan marketing sales Rp 1 triliun. Hingga September, perusahaan tersebut sudah memenuhi 50% target. (Anna Maria Anggita Risang/Dina Mirayanti Hutauruk/Disa Ayulia Agatha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved